Erajaya Tinggalkan Bisnis Apotek Wellings, Fokus pada Teknologi

by -235 views
by
Erajaya Tinggalkan Bisnis Apotek Wellings, Fokus pada Teknologi

Penjualan dan Portofolio Erajaya Swasembada Tbk. Dalam Pemangkasan Bisnis

PT Era Prima Indonesia (EPI), anak usaha PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA), telah mengumumkan pengalihan kepemilikan saham terhadap bisnis jaringan apotek Wellings. Hal ini dilakukan melalui transaksi yang mencakup beberapa perusahaan induk dan pemegang saham.

Kepala Bidang Hukum dan Sekretaris Perusahaan ERAA, Amelia Allen, menjelaskan bahwa EPI memiliki 56.382 saham (49,9%) di PT Era Caring Indonesia (ECI) dan 24.047 saham (99,99%) di PT Era Farma Indonesia (EFI). Kedua perusahaan tersebut menjalankan jaringan ritel obat-obatan dan layanan kesehatan dengan nama apotek Wellings.

Dalam proses penataan portofolio, EPI telah menyerahkan seluruh kepemilikan saham ECI senilai Rp20,28 miliar ke Indoventures dan sebesar Rp2,02 juta ke Suwini Bingei. Sebelumnya, Indoventures sudah memiliki 56.614 saham ECI atau 50,1% dari total kepemilikan. Sementara itu, EPI juga melepas seluruh kepemilikan saham EFI senilai Rp5,29 miliar ke PT Nusantara Sehat Lestari. Budiarto Halim, CEO Erajaya, yang memiliki satu saham EFI juga ikut melakukan pengalihan saham ke Suwini Bingei.

Baca Juga:  MANU Tasikmalaya Gabungkan Agama dan Teknologi, Siapkan Siswa Kompetitif Global

Dengan demikian, Indoventures menjadi pemegang 99,99% saham ECI, sedangkan Nusantara Sehat Lestari menjadi pemegang mayoritas saham EFI. Transaksi ini dianggap sebagai langkah strategis dalam optimalisasi portofolio perseroan.

Amelia menjelaskan bahwa transaksi ini selaras dengan visi ERAA untuk fokus pada segmen bisnis utama seperti teknologi ritel, distribusi, dan gaya hidup. Penataan portofolio ini juga mencerminkan evaluasi komprehensif terhadap seluruh unit bisnis, demi mencapai nilai pemegang saham yang optimal dan efisiensi operasional yang tinggi.

Selain itu, keputusan ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan yang bertujuan memaksimalkan nilai pemegang saham dan meningkatkan efisiensi operasional. Langkah ini memungkinkan ERAA untuk lebih fokus mengalokasikan sumber daya pada sektor-sektor dengan potensi pertumbuhan jangka panjang dan kontribusi strategis yang lebih besar.

Dari sisi keuangan dan keberlanjutan usaha, penataan portofolio ini mencerminkan kematangan korporasi dalam mengelola ekspansi dan menjaga profitabilitas. ERAA menunjukkan disiplin strategis dalam membaca momentum bisnis dan berani mengalokasikan sumber daya ke sektor yang memberikan nilai lebih tinggi dalam jangka panjang.

Baca Juga:  Antrean Pelabuhan Ketapang, Khofifah Minta Tambahan Kapal ke Bali

Secara keseluruhan, rangkaian transaksi ini merupakan indikasi ketepatan waktu dan keberanian manajemen dalam mengambil keputusan strategis. Dampaknya terhadap kegiatan operasional adalah peningkatan fokus dan efisiensi, sementara dari aspek keuangan, langkah ini mendukung optimalisasi alokasi sumber daya dan pengelolaan risiko.

Untuk kelangsungan usaha, keputusan ini memperkuat visi strategis Erajaya dalam membangun portofolio yang terintegrasi dan bernilai tambah tinggi, menjamin pertumbuhan jangka panjang dalam ekosistem gaya hidup berbasis teknologi yang terus ERAA kembangkan.

Berdasarkan laporan keuangan, ERAA telah membukukan laba bersih sebesar Rp203,25 miliar per kuartal I/2025, turun 20,37% secara tahunan dibandingkan laba bersih pada kuartal I/2024 sebesar Rp203,25 miliar. Penurunan laba bersih ini sejalan dengan penyusutan penjualan neto 4,6% yoy pada kuartal I/2025 menjadi Rp15,88 triliun, dibandingkan kuartal I/2024 sebesar Rp16,64 triliun.

Penjualan ERAA pada kuartal I/2025 terbesar berasal dari segmen usaha telepon selular dan tablet sebesar Rp29,17 triliun. Kemudian, produk operator sebesar Rp513,99 miliar. Penjualan segmen usaha komputer dan peralatan elektronik lainnya di ERAA mencapai Rp1,13 triliun per kuartal I/2025. Penjualan segmen usaha aksesoris dan lainnya mencapai Rp3,72 triliun. Dikurangi eliminasi sebesar Rp18,65 triliun.

Baca Juga:  Dilema Keberadaan Pohon Besar di Bogor

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.