Kenaikan Harga Beras dan Pangan Lainnya di Tingkat Konsumen
Harga berbagai komoditas pangan di tingkat konsumen mengalami kenaikan, terutama untuk beras premium dan medium. Kenaikan ini terjadi di seluruh wilayah dan melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
Berdasarkan data dari Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga rata-rata beras premium di tingkat konsumen mencapai Rp16.099 per kilogram secara nasional. Angka ini jauh lebih tinggi dari HET nasional sebesar Rp14.900 per kilogram. Kenaikan harga beras premium terjadi di semua zona, yaitu:
- Zona 1: Rp15.489 per kilogram
- Zona 2: Rp16.467 per kilogram
- Zona 3: Rp18.278 per kilogram
Sementara itu, HET beras premium di masing-masing zona adalah:
- Zona 1: Rp14.900 per kilogram
- Zona 2: Rp15.400 per kilogram
- Zona 3: Rp15.800 per kilogram
Kenaikan harga juga terjadi pada beras medium. Secara nasional, harga rata-rata beras medium naik menjadi Rp14.282 per kilogram, meningkat 14,26% dari HET nasional sebesar Rp12.500 per kilogram. Kenaikan ini terjadi di semua wilayah, dengan harga tertinggi tercatat di zona 3.
Harga rata-rata beras medium di masing-masing zona adalah:
- Zona 1: Rp13.913 per kilogram
- Zona 2: Rp14.381 per kilogram
- Zona 3: Rp16.778 per kilogram
HET beras medium di masing-masing zona adalah:
- Zona 1: Rp12.500 per kilogram
- Zona 2: Rp13.100 per kilogram
- Zona 3: Rp13.500 per kilogram
Selain beras, harga beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog juga mengalami kenaikan tipis. Harga SPHP di tingkat konsumen mencapai Rp12.580 per kilogram, sedikit di atas HET nasional sebesar Rp12.500 per kilogram. Namun, harga SPHP di semua wilayah justru berada di bawah HET, seperti:
- Zona 1: Rp12.379 per kilogram
- Zona 2: Rp12.773 per kilogram
- Zona 3: Rp13.333 per kilogram
Perkembangan Harga Komoditas Lain
Untuk komoditas pangan lainnya, harga cabai rawit merah di tingkat konsumen mencapai Rp58.550 per kilogram, sedikit di atas harga acuan penjualan (HAP) nasional. Harga cabai merah keriting dan cabai merah besar juga mengalami kenaikan, meski masih dalam rentang HAP.
Harga rata-rata bawang merah di tingkat konsumen mencapai Rp45.607 per kilogram, sedangkan bawang putih bonggol berada di kisaran Rp37.054 per kilogram. Keduanya masih berada dalam rentang HAP nasional.
Dalam sektor protein hewani, harga daging ayam ras dan telur ayam ras relatif stabil. Daging ayam ras dijual seharga Rp35.487 per kilogram, sedangkan telur ayam ras mencapai Rp29.126 per kilogram.
Untuk ikan, harga rata-rata ikan kembung, ikan tongkol, dan ikan bandeng masing-masing adalah Rp41.416 per kilogram, Rp34.517 per kilogram, dan Rp34.931 per kilogram.
Harga daging sapi murni mencapai Rp133.873 per kilogram, sedangkan daging kerbau segar lokal dan beku impor masing-masing seharga Rp140.833 per kilogram dan Rp97.778 per kilogram.
Harga Minyak, Kedelai, Jagung, dan Produk Olahan
Harga minyak goreng kemasan dan curah di tingkat konsumen masing-masing mencapai Rp20.121 per liter dan Rp17.246 per liter. Minyakita, yang merupakan salah satu jenis minyak goreng, juga mengalami kenaikan sebesar 8,94% dari HET, dengan harga Rp17.104 per liter.
Untuk komoditas pertanian, harga kedelai biji kering impor di tingkat konsumen sebesar Rp10.680 per kilogram, sedangkan jagung pakan di tingkat peternak mencapai Rp5.910 per kilogram.
Di sisi lain, harga tepung terigu kemasan dan curah masing-masing sebesar Rp12.599 per kilogram dan Rp9.509 per kilogram. Sementara itu, gula konsumsi dan garam konsumsi dijual masing-masing seharga Rp18.041 per kilogram dan Rp11.135 per kilogram.







