Impor Migas AS Sesuaikan Kebutuhan, Airlangga: Tunggu Kesepakatan

by -149 views
by
Impor Migas AS Sesuaikan Kebutuhan, Airlangga: Tunggu Kesepakatan

Impor Minyak dan Gas Bumi dari Amerika Serikat, Strategi untuk Menyeimbangkan Neraca Perdagangan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan terkait rencana impor minyak dan gas bumi (migas) dari Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa impor ini akan disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri. Meskipun begitu, Airlangga belum bisa memberikan informasi lebih lanjut mengenai volume impor yang direncanakan, termasuk jenis produk migas yang akan dibeli.

“Volumenya nanti kita lihat, karena itu tergantung kebutuhan di Indonesia. Jadi, barangnya kan yang kita akan beli dalam bentuk LPG, refined product, crude (minyak mentah). Jadi, kombinasi dari itu,” ujar Airlangga menjawab pertanyaan wartawan setelah menghadiri dua rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Selasa (22/7/2025).

Airlangga menambahkan bahwa untuk urusan teknis seperti kapan impor tersebut akan berlangsung, masih menunggu beberapa perjanjian antara Indonesia dan AS. “Harus ada perjanjian antara, agreement mengenai framework (kerangka kerja sama), setelah itu ada implementing (penerapan isi perjanjian),” jelasnya.

Baca Juga:  Wingko Babat Semarang: Legenda Rasa Yang Melekat Di Hati (Plus Resep Autentik!)

Kerja Sama dengan Perusahaan Minyak Internasional

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa kerja sama antara PT Kilang Pertamina Internasional dengan ExxonMobil, Chevron, dan KDT Global Resource merupakan salah satu upaya untuk membuka peluang impor minyak mentah dan BBM dari Amerika Serikat.

“Itu salah satu di antaranya membuka kemungkinan untuk impor BBM dan crude. Itu salah satunya,” kata Bahlil. Namun, ia juga belum dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai volume impor BBM dan crude dari AS menggunakan skema kerja sama tersebut. “Isi detail belum saya baca, tetapi yang mereka sampaikan kepada saya seperti itu,” tambahnya.

Komitmen Indonesia dalam Neraca Perdagangan

Impor komoditas energi seperti minyak mentah dan gas bumi dari AS menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara. Hal ini juga menjadi salah satu pertimbangan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan besaran tarif impor resiprokal Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen.

Baca Juga:  MINIM FASILITAS, TARIF RSUD LEUWILIANG BAKAL NAIK

Presiden Trump mengumumkan perundingan mengenai tarif telah rampung setelah berbicara langsung melalui sambungan telepon dengan Presiden Prabowo selama sekitar 17 menit pada 16 Juli 2025. “Kesepakatan bersejarah ini untuk pertama kalinya membuka seluruh pasar Indonesia untuk Amerika Serikat. Indonesia, sebagaimana isi kesepakatan itu, berkomitmen untuk membeli 15 miliar dolar AS untuk energi dari AS, 4,5 miliar dolar AS produk-produk pertanian, dan 50 pesawat Boeing, yang sebagian besar seri 777,” ujar Trump.

Trump kemudian menyebutkan bahwa besaran tarif yang harus dibayar menjadi sebesar 19 persen untuk seluruh barang-barang yang diekspor oleh Indonesia ke AS. Namun, jika Indonesia mengirim barang yang asalnya dari negara-negara yang besarannya tarifnya lebih besar dari Indonesia ke AS, AS akan menagih sisa tarif negara asal barang ke Indonesia.

“Terima kasih rakyat Indonesia atas persahabatan dan komitmen untuk membuat defisit dagang menjadi kembali imbang. Kami akan terus mewujudkan (kepentingan) rakyat Amerika Serikat, dan rakyat Indonesia,” kata Trump.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.