Jembatan Merah Putih di Kota Ambon, Destinasi Favorit yang Tidak Diperuntukkan untuk Pejalan Kaki
Jembatan Merah Putih (JMP) yang terletak di Kota Ambon menjadi salah satu ikon utama kota yang dikenal dengan julukan Manise. Panjang jembatan ini mencapai 1.140 meter, menjadikannya sebagai salah satu jembatan terpanjang di Indonesia Timur. Berdiri di atas perairan Teluk Ambon, JMP tidak hanya menjadi akses penting bagi masyarakat, tetapi juga menjadi tempat favorit bagi warga setempat.
Banyak orang memanfaatkan jembatan ini sebagai tempat bersantai, berolahraga, atau sekadar menikmati pemandangan. Pada akhir pekan, kepadatan pengunjung terlihat sangat jelas, baik pada pagi hari maupun sore dan malam hari. Anak-anak muda sering berkumpul di sekitar jembatan, sementara beberapa orang memilih berlari santai di atasnya.
Namun, hal ini bertentangan dengan tujuan awal dari pembangunan jembatan tersebut. Jembatan yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 April 2016 lalu, sebenarnya tidak diperuntukkan bagi pejalan kaki. Aturan ini dibuat karena adanya risiko kecelakaan lalu lintas jika banyak orang berjalan di atas jembatan.
Menurut Aipda Sahrul Amir, anggota Ditlantas Polda Maluku Bagian Gakkum Penyidik unit Gar, jembatan ini memiliki marka jalan khusus untuk kendaraan roda dua. Ia menegaskan bahwa pengendara sebaiknya tidak berjalan di tengah jalur, begitu juga dengan masyarakat yang tidak boleh melewati jalur kendaraan roda dua.
“Marka jalan sebenarnya untuk kendaraan roda dua, cuman tergantung pengendara dan masyarakat, jadi pengendara jangan berjalan di tengah jalan, dan masyarakat jangan berjalan di jalan kendaraan roda dua,” ujarnya.
Untuk menindaklanjuti pelanggaran aturan ini, aparat kepolisian sering melakukan patroli di sekitar jembatan. Langkah yang dilakukan meliputi pembubaran kelompok pengunjung yang tidak sesuai aturan serta penggunaan sirine untuk mengingatkan pengunjung agar segera meninggalkan jembatan.
Aipda Sahrul Amir berharap masyarakat dapat lebih memahami dan taat terhadap aturan yang telah ditetapkan. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas, termasuk di area jembatan yang merupakan bagian dari infrastruktur umum.
Tips untuk Pengunjung Jembatan Merah Putih
- Hindari berjalan di tengah jalur – Jalur jembatan khusus untuk kendaraan, jadi hindari berjalan di tengah.
- Ikuti tanda lalu lintas – Perhatikan rambu-rambu yang sudah dipasang untuk menghindari pelanggaran.
- Pilih waktu yang tepat – Jika ingin menikmati pemandangan, pilih waktu yang tidak ramai atau saat jam istirahat.
- Kesadaran bersama – Setiap individu harus sadar akan bahaya jika melanggar aturan, terutama di area yang tidak diperuntukkan untuk pejalan kaki.
Dengan kesadaran dan pengertian yang baik dari masyarakat, Jembatan Merah Putih dapat tetap menjadi destinasi yang indah tanpa mengabaikan aspek keselamatan.







