Jukir Liar Jakarta Kini Dapat Pekerjaan dari Dishub, Tugasnya Hanya Catat dan Pandu

by -114 views
by
Jukir Liar Jakarta Kini Dapat Pekerjaan dari Dishub, Tugasnya Hanya Catat dan Pandu

Pengalihan Juru Parkir Liar Menjadi Petugas Digital

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini sedang melakukan inisiatif besar dalam mengoptimalkan sistem parkir di ibu kota. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan melibatkan para juru parkir (jukil) liar dalam sistem parkir digital yang sedang dikembangkan. Tujuannya adalah untuk memberikan pekerjaan yang lebih terstruktur dan legal kepada para jukil, sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan parkir di jalanan umum.

Para jukil ini akan dialihfungsikan menjadi petugas resmi yang bertugas mengoperasikan alat digital seperti handheld. Tugas mereka tidak lagi berupa menarik uang tunai dari pengguna, melainkan mencatat durasi parkir dan membantu pengendara dalam menggunakan aplikasi JakParkir. Dengan perubahan ini, diharapkan dapat mengurangi praktik-praktik tidak teratur yang sering terjadi di area parkir.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa para jukil yang sebelumnya bekerja secara informal akan diberikan pelatihan khusus. Pelatihan ini mencakup cara mengoperasikan alat digital dan pelayanan kepada pengguna. “Juru parkir, mereka dialihkan menjadi petugas yang memegang handheld tadi. Yang tadinya mereka mendapatkan uang cash harian tetapi ini sifatnya bagi hasilnya nanti dia langsung di-split di rekening,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Jakarta.

Baca Juga:  Koneksi Internet Menghambat Penggunaan Chromebook di SMP Bone Sulsel

Sistem parkir digital ini dirancang agar pengendara hanya perlu memesan tempat parkir melalui aplikasi JakParkir. Setelah pesanan diterima, petugas lapangan akan menandai slot parkir tersebut agar tidak digunakan oleh pengemudi lain. Para petugas yang sebelumnya merupakan jukil liar akan membantu mengarahkan kendaraan serta mencatat waktu mulai dan selesai parkir menggunakan alat khusus.

Pembayaran parkir juga akan dilakukan secara non-tunai, yaitu melalui kode QR. Hal ini diharapkan dapat mendorong prinsip cashless dalam sistem parkir di Jakarta. “Kita harapkan dengan upaya ini maka prinsip cashless dari pelaksanaan parkir on street di Jakarta itu bisa kita optimalisasi,” kata Syafrin.

Proyek ini memiliki target penerapan penuh di 244 ruas jalan di Jakarta pada tahun 2027. Sebagai tahap awal, uji coba akan dilakukan di 25 ruas jalan pada tahun ini. Saat ini, sistem parkir digital sudah diterapkan di 10 ruas jalan di Jakarta. Proses penerapan akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh ruas jalan yang memiliki layanan parkir on street siap menggunakan sistem digital.

Baca Juga:  Gaya Unik Fern Nopjira, Artis 'The Empress of Ayodhaya' yang Meledak

Manfaat dan Tantangan Sistem Parkir Digital

Beberapa manfaat yang diharapkan dari sistem parkir digital antara lain:

  • Efisiensi: Penggunaan teknologi akan mempercepat proses parkir dan mengurangi kemacetan.
  • Transparansi: Pembayaran non-tunai membuat transaksi lebih terkontrol dan minim risiko penipuan.
  • Peningkatan Pendapatan Daerah: Dengan sistem yang lebih terstruktur, pendapatan dari parkir bisa lebih optimal.
  • Kesejahteraan Jukil: Para jukil yang sebelumnya bekerja secara tidak resmi kini memiliki kesempatan untuk bekerja secara legal dan mendapatkan penghasilan yang lebih stabil.

Namun, ada juga tantangan yang perlu dihadapi, seperti:

  • Kesiapan Infrastruktur: Penyediaan alat digital dan jaringan internet yang memadai di seluruh ruas jalan.
  • Penerimaan Masyarakat: Perlu adanya sosialisasi agar masyarakat lebih mudah beradaptasi dengan sistem baru.
  • Pelatihan Petugas: Keterampilan petugas dalam mengoperasikan alat digital harus dipastikan.

Dengan komitmen pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, sistem parkir digital di Jakarta diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam transformasi layanan publik.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.