Kerugian Rp100 Triliun, Prabowo Minta Tindakan Tegas pada Perdagangan Beras Palsu

by -139 views
by
Kerugian Rp100 Triliun, Prabowo Minta Tindakan Tegas pada Perdagangan Beras Palsu

Presiden Prabowo Tegaskan Tindakan Tegas terhadap Pengoplosan Beras

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menunjukkan komitmen yang kuat untuk mengatasi praktik pengoplosan beras yang merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya merugikan perekonomian nasional, tetapi juga memberatkan rakyat yang menjadi korban dari kejahatan ini.

Dalam pidatonya saat menutup Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Solo, Jokowi menyampaikan bahwa masih banyak permainan ilegal dari para pengusaha yang menipu masyarakat. Ia menjelaskan, beras biasa sering disebut sebagai beras premium dengan harga yang dinaikkan secara sembarangan. Hal ini dinilai sebagai pelanggaran terhadap aturan dan hak konsumen.

“Masih banyak permainan jahat dari pengusaha yang menipu rakyat. Beras biasa disebut beras premium, harganya dinaikkan seenaknya. Ini pelanggaran,” ujar Jokowi.

Ia menegaskan bahwa dirinya telah memerintahkan Jaksa Agung dan Kapolri untuk melakukan investigasi mendalam terhadap para pelaku tanpa pandang bulu. Menurutnya, kejahatan ini termasuk dalam kategori subversi ekonomi yang sangat merusak stabilitas bangsa.

Baca Juga:  Seorang Korban Luka Penembakan Dekat Kampus Santa Monica AS Tewas

“Kami menerima laporan bahwa kerugian yang dialami bangsa Indonesia mencapai Rp 100 triliun setiap tahun. Ini adalah kejahatan ekonomi yang luar biasa,” tambahnya.

Stok Beras Pemerintah Mencapai Rekor Tertinggi

Di sisi lain, Jokowi juga menyampaikan bahwa cadangan beras pemerintah saat ini mencapai lebih dari 4,2 juta ton, angka tertinggi dalam sejarah. Produksi jagung meningkat sebesar 30 persen, sedangkan produksi beras naik sebanyak 48 persen. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah dalam memastikan ketersediaan bahan pokok yang cukup bagi masyarakat.

Peningkatan produksi ini juga didorong oleh berbagai program pemerintah yang fokus pada peningkatan produktivitas pertanian. Dengan stok yang melimpah, Jokowi menilai bahwa tidak ada alasan untuk mengganggu pasokan beras di pasar.

Penindakan terhadap Produsen Beras Nakal

Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengumumkan bahwa mereka telah menindaklanjuti laporan dari Kementerian Pertanian terkait dugaan 212 produsen beras yang melakukan praktik curang. Empat produsen telah diperiksa dalam tahap penyelidikan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa 10 dari 212 produsen tersebut telah diperiksa oleh Satgas Pangan dan Bareskrim Polri. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya melindungi konsumen dan membongkar praktik tidak sehat di sektor pangan.

Baca Juga:  Head to Head Persib Vs RANS: Duo Brasil yang Selalu Bikin Repot

Amran menambahkan bahwa penindakan ini tepat dilakukan karena stok beras nasional saat ini melimpah. Hal ini memastikan bahwa tidak ada gangguan terhadap ketersediaan pasokan di pasar.

Upaya Mengatasi Pelanggaran Standar Mutu

Laporan yang diterima oleh Kapolri dan Kejaksaan Agung menunjukkan bahwa beberapa merek beras tidak memenuhi standar mutu, baik dari segi volume, kualitas, maupun kejelasan label. Oleh karena itu, pemerintah dan aparat hukum bersama-sama mengambil langkah-langkah tegas untuk membersihkan pasar dari produk yang tidak layak konsumsi.

Dengan komitmen yang kuat dari presiden dan tindakan nyata dari lembaga terkait, diharapkan kejahatan pengoplosan beras dapat diminimalkan, sehingga rakyat bisa mendapatkan perlindungan yang adil dan aman.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.