Wilayah Rokan Hilir Mengalami Kebakaran Hutan dan Lahan Terbanyak di Riau
Kabupaten Rokan Hilir menjadi wilayah dengan titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbanyak di provinsi Riau. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mencatat adanya peningkatan signifikan dalam jumlah titik api yang muncul di kawasan tersebut. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang melakukan kunjungan ke daerah terdampak, menyampaikan bahwa tim gabungan sedang berupaya memadamkan api secara menyeluruh.
Hanif menekankan pentingnya meningkatkan intensitas pemadaman agar karhutla di Rokan Hilir segera terselesaikan. Dalam pernyataannya pada Rabu, 22 Juli 2025, ia mengatakan bahwa upaya pencegahan dan penanganan kebakaran harus dilakukan secara cepat dan efektif.
Tim gabungan yang terdiri dari KLH, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), aparat pemerintah, serta regulator daerah, sedang melakukan penyisiran di beberapa kawasan rawan seperti Kecamatan Bangko Pusako, Kubu, Kubu Babussalam, Simpang Kanan, serta Pasir Limau Kapas. Kebakaran ini terjadi karena lahan gambut yang kering dan minim sumber air.
Berdasarkan data dari KLH, titik api ditemukan di hutan produksi dan hutan produksi terbatas yang rentan terbakar. Tim gabungan telah menemukan sebanyak 354 titik panas di Rokan Hilir, dengan 9 titik api aktif per 20 Juli 2025. Upaya pemadaman dilakukan melalui jalur udara dan darat.
Hingga pertengahan Juli 2025, sudah ada 594 sesi penerbangan untuk pengeboman sebanyak 2,37 juta liter air. Selain itu, operasi modifikasi cuaca yang dimulai sejak 21 Juli 2025 juga ditargetkan untuk menekan penyebaran api dan mengurangi risiko kebakaran.
Hanif menyatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk mengakhiri munculnya bahaya asap di Rokan Hilir. Ia menegaskan bahwa cukup sudah bencana karhutla yang sedang terjadi saat ini.
Ia juga meminta seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat aktif dalam menangani karhutla ini. Menurut Hanif, penanganan kebakaran lahan menjadi prioritas utama dalam tata kelola lingkungan hidup yang adil, berkelanjutan, dan responsif. Dengan kerja sama yang baik antara berbagai pihak, diharapkan dapat segera mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Rokan Hilir.






