Menteri Imipas: 1.272 Anak Binaan Dapat Remisi di Hari Anak Nasional

by -159 views
by
Menteri Imipas: 1.272 Anak Binaan Dapat Remisi di Hari Anak Nasional

Pemberian Remisi untuk Anak Binaan Pemasyarakatan

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyampaikan bahwa sebanyak 1.272 anak binaan pemasyarakatan diusulkan mendapatkan remisi dalam peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2025. Remisi ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja dan usaha para anak binaan dalam menjalani proses pembinaan.

Agus menjelaskan bahwa anak-anak yang mendapatkan remisi telah memenuhi berbagai persyaratan baik secara administratif maupun substantif. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 22 tahun 2022. Menurutnya, sebanyak 1.272 anak binaan yang telah memenuhi syarat tersebut telah diajukan untuk menerima remisi.

Dalam pernyataannya, Agus mengungkapkan harapan bahwa pemberian remisi ini dapat menjadi motivasi bagi anak-anak binaan untuk lebih giat belajar dan mengembangkan bakat serta keterampilan mereka. Ia menekankan bahwa setiap anak memiliki kesempatan kedua atau second chance untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah.

“Kami percaya bahwa remisi ini akan memberikan semangat baru bagi mereka. Dengan remisi, mereka bisa melihat peluang untuk memperbaiki diri dan menjadi bagian dari generasi emas Indonesia,” ujar Agus.

Baca Juga:  Bupati Bandung Kecewa dan Sindir Pemprov soal Anggaran Penanganan Sungai Citarum

Jumlah Anak Binaan di Seluruh Indonesia

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menyebutkan bahwa jumlah anak binaan di seluruh Indonesia saat ini mencapai 2.096 orang. Mereka tersebar di berbagai lembaga pemasyarakatan, antara lain Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Lapas, Rutan, dan Lapas Perempuan.

Menurut data yang diungkap oleh Mashudi, sebanyak 1.376 anak binaan berada di LPKA, sementara sisanya berada di tempat-tempat lain. Ia menegaskan bahwa semua anak binaan diberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan formal maupun informal.

Selain itu, anak-anak binaan juga diberikan pembinaan dalam pengembangan bakat dan keterampilan. Pembinaan ini mencakup berbagai bidang seperti seni, olahraga, dan life skill. Tujuannya adalah untuk membantu mereka menjadi individu yang berkualitas dan siap berkontribusi dalam masyarakat.

“Kami memberikan berbagai jenis pendidikan kepada anak binaan agar mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan mampu bersaing di masa depan,” kata Mashudi.

Fokus pada Pengembangan Potensi Anak Binaan

Pemerintah dan lembaga pemasyarakatan terus berupaya memberikan fasilitas dan program yang mampu meningkatkan kualitas hidup anak binaan. Salah satu fokus utamanya adalah pada pengembangan potensi dan kemampuan mereka. Dengan adanya program pembinaan yang lengkap, diharapkan anak-anak binaan tidak hanya bisa memperbaiki diri, tetapi juga memiliki kemampuan yang mumpuni untuk menghadapi tantangan kehidupan di luar lembaga.

Baca Juga:  Ini Dia 13 Pejabat Pemkab Garut yang Dilantik Bupati Abdusy Syakur

Program-program yang diberikan tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki perilaku, tetapi juga untuk memberikan dasar yang kuat dalam hal pendidikan dan keterampilan. Hal ini penting karena anak-anak binaan sering kali memiliki latar belakang yang kurang ideal dan membutuhkan bimbingan khusus agar bisa kembali ke jalur yang benar.

Dengan demikian, pemberian remisi dan pembinaan yang komprehensif diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi anak-anak binaan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Tidak hanya bagi mereka sendiri, tetapi juga bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.