Misteri Kematian Arya Daru: Lakban dari Yogyakarta

by -103 views
by
Misteri Kematian Arya Daru: Lakban dari Yogyakarta

Kasus Kematian Diplomat Muda yang Masih Menjadi Misteri

Kematian Arya Daru Pangayunan, seorang diplomat muda dari Kementerian Luar Negeri, masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan. Tidak ada petunjuk jelas mengenai penyebab kematian pria berusia 39 tahun tersebut. Ia ditemukan dalam kondisi tidak wajar di kamar kosnya, dengan kepala terbungkus lakban hingga batas leher. Meskipun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, tubuh korban tetap memakai selimut saat ditemukan.

Penemuan Lakban Berwarna Kuning

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah penggunaan lakban kuning yang terlilit di kepala Arya Daru. Informasi ini diungkap oleh AKBP Reonald Simanjuntak, Kassubid Penmas Polda Metro Jaya. Menurutnya, lakban tersebut berasal dari Yogyakarta dan dibeli bersama oleh korban dan istrinya pada bulan Juni lalu. Selain itu, lakban serupa juga ditemukan di rumah korban di Yogyakarta, yang akan diserahkan kepada penyidik untuk dipertimbangkan sebagai bukti tambahan.

Reonald menjelaskan bahwa lakban kuning biasa digunakan oleh pegawai Kementerian Luar Negeri ketika mereka memiliki tugas ke luar negeri. Fungsi utamanya adalah sebagai penanda untuk membantu mengidentifikasi barang-barang mereka saat tiba di bandara negara tujuan. Warna mencolok dari lakban ini membuatnya mudah dikenali.

Baca Juga:  KPK Periksa Mantan Direktur Keuangan Telkom Terkait Kasus Digitalisasi SPBU Pertamina

Hasil Laboratorium Forensik

Polda Metro Jaya menyatakan bahwa hasil laboratorium forensik (labfor) telah keluar. Namun, penyidik masih melakukan proses sinkronisasi terlebih dahulu sebelum mengumumkannya secara resmi. Proses ini dilakukan untuk memastikan semua alat bukti yang diperoleh dapat digunakan untuk menemukan fakta sebenarnya. Setelah semua data terkumpul, informasi akan disampaikan oleh Direktorat Kriminal Umum.

Analisis CCTV dan Aktivitas Korban

Polisi sedang melakukan analisis terhadap 20 rekaman CCTV dari berbagai lokasi yang terkait dengan kasus kematian Arya Daru. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menyatakan bahwa rekaman tersebut merekam aktivitas korban dalam beberapa hari sebelum ditemukan meninggal.

Beberapa titik CCTV mulai dari lingkungan kos korban, tempat-tempat yang pernah dikunjungi dalam tujuh hari terakhir, hingga lokasi kerjanya. Tim digital forensik Polri dan Direktorat Siber Polda Metro Jaya masih terus memeriksa rekaman tersebut.

Selain itu, polisi juga mendalami latar belakang korban dengan melibatkan Tim Ahli Psikologi Forensik dari Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor). Tujuannya adalah untuk memahami lebih dalam tentang kondisi psikologis korban.

Baca Juga:  AS Peringatkan RI Bahaya Terorisme

Rekaman CCTV yang Menunjukkan Peristiwa Penting

Dari sebuah rekaman CCTV, diketahui bahwa Arya Daru sempat berada di rooftop lantai 12 gedung Kementerian Luar Negeri pada Senin (7/7/2025) sekitar pukul 21.54 WIB. Dalam rekaman tersebut, ia terlihat naik ke rooftop sambil membawa tas ransel dan tas belanja. Namun, saat turun, kedua tas tersebut sudah tidak lagi dibawanya.

Di kamar indekosnya, pada Senin (7/7/2025) sekira pukul 23.24 WIB, Arya terlihat keluar dari kamar membawa kantong kresek. Beberapa menit kemudian, ia kembali tanpa membawa kresek dan masuk kembali ke dalam kamar pada pukul 23.25 WIB.

Keadaan Ruangan dan Tidak Ada Tanda-Tanda Kerusakan

Menurut informasi yang diberikan oleh pihak kepolisian, tidak ada tanda-tanda kerusakan atau kehilangan barang di kamar kos Arya Daru. Hal ini menambah misteri seputar kematian korban yang ditemukan pada Selasa pagi, 8 Juli 2025, dalam kondisi kepala terbungkus plastik dan terlilit lakban. Tubuh korban berada di atas tempat tidur, sedangkan pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam.

Baca Juga:  Daftar Korban Kecelakaan di Selaawi Sumedang: Satu Orang Masih Dirawat di IGD

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.