Kasus Pembunuhan di Hutan: Motif Cemburu dan Kekerasan yang Membawa Petaka
Pembunuhan yang terjadi di hutan dekat aliran Sungai Kuman, Dusun Oman, Desa Paramasan Atas, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar kini mulai mengungkap fakta-fakta baru. Kejadian ini menimpa seorang suami yang tewas dalam kondisi sangat mengerikan, sementara istrinya menjadi tersangka utama. Selain itu, kejadian ini juga melibatkan PP, kakak dari tersangka pembunuhan.
Menurut informasi yang diperoleh, motif utama dari pembunuhan ini adalah rasa cemburu. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli saat konferensi pers pada Senin (21/7/2025). Ia menjelaskan bahwa kasus ini dipicu oleh perasaan cemburu dan sakit hati yang memuncak antara korban dan istrinya.
Peristiwa Awal yang Mengarah ke Tragedi
Peristiwa bermula pada Rabu, 16 Juli 2025, sekitar pukul 15.00 WITA. Saat itu, korban bersama dengan istrinya, anak-anak, dan rombongan sedang berjalan menuju tempat kerja di hutan. Di tengah perjalanan, korban diduga marah-marah kepada istrinya karena merasa cemburu terhadap rekan kerja dan saudara laki-laki istrinya.
Keributan yang terjadi memuncak ketika korban memukul istrinya hingga terjatuh. Dalam situasi yang sangat memburuk, FT, istri korban, mengambil sebilah parang dan membacok wajah korban. Tidak hanya itu, PP, yang berada tidak jauh dari lokasi, ikut campur dengan mencabut parang dan belati yang dibawanya, lalu menyerang korban hingga tersungkur.
Kekerasan Berlanjut dan Akhir yang Menyedihkan
Setelah korban tergeletak, FT kembali membacok lengan kiri korban hingga putus. Sementara itu, PP melakukan aksi lain dengan menggorok leher korban hingga terputus. Kejadian ini menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Penanganan oleh Tim Gabungan
Setelah kejadian tersebut, Tim Gabungan dari Satreskrim, Satintel, Polsek Sungai Pinang, Resmob Banjar, dan Resmob Polda Kalsel segera bergerak ke lokasi kejadian. Dalam waktu singkat, kedua tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Ratu Zalecha untuk dilakukan visum dan perawatan jenazah.
Proses Hukum yang Sedang Berlangsung
Kini, kasus ini sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian akan terus memperdalam penyelidikan untuk memastikan semua fakta terungkap. Dari pengakuan tersangka dan hasil investigasi, motif cemburu dan emosi yang tidak terkendali menjadi faktor utama dari tragedi ini.
Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya pengendalian emosi dan pemahaman yang baik dalam hubungan rumah tangga. Kasus ini menunjukkan bagaimana perasaan negatif bisa berujung pada tindakan yang sangat ekstrem dan tidak terduga.







