Peristiwa Pria dengan Gangguan Jiwa Dilaporkan Menyerang Wanita di Bandung
Seorang pria berusia 21 tahun, yang dikenal dengan inisial KF, mengalami luka parah setelah menjadi korban amukan massa. Wajahnya terlihat babak belur dengan darah yang keluar dari bagian pelipis. Kejadian ini terjadi setelah pria tersebut diduga melakukan aksi pelecehan terhadap seorang wanita di RW 01 Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
Peristiwa tersebut berlangsung pada hari Minggu (20/7/2025). Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat dua warga memegang pakaian pelaku untuk mencegahnya kabur. Mereka juga memberikan beberapa pukulan kepadanya. Pelaku tampak meringis kesakitan dan terlihat sangat menderita akibat tindakan tersebut.
Setelah kejadian itu, pelaku dibawa ke Polsek Coblong untuk diamankan. Selanjutnya, dia dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Penanganan lebih lanjut dilakukan oleh pihak medis untuk memastikan kondisi kesehatan mentalnya.
Kasi Humas Polrestabes Bandung, AKP Nurindah, mengonfirmasi adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, pelaku diduga memiliki gangguan jiwa dan melakukan tindakan tidak pantas terhadap seorang wanita. Tindakan yang dilakukan adalah meremas payudara korban.
“Diamankan seorang laki-laki dengan gangguan jiwa diduga melecehkan seorang wanita dengan cara meremas payudara,” ujar Nurindah pada Senin (21/7/2025).
Ia menambahkan bahwa pelaku telah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Cisarua untuk mendapatkan perawatan khusus. “Dikembalikan ke RSJ Cisarua,” tambahnya.
Fakta-Fakta Terkait Kejadian
- Pelaku: KF, usia 21 tahun.
- Korban: Seorang wanita di RW 01 Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong.
- Waktu Kejadian: Minggu (20/7/2025).
- Tempat Kejadian: RW 01 Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
- Status Pelaku: Diduga memiliki gangguan jiwa.
- Tindakan Massa: Warga memegang pakaian pelaku dan memberikan pukulan.
- Penanganan Akhir: Pelaku dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Cisarua untuk perawatan.
Tanggapan dari Pihak Berwenang
Pihak kepolisian telah menangani kasus ini secara cepat. Meskipun pelaku diduga memiliki gangguan jiwa, pihak berwenang tetap memastikan bahwa proses hukum tetap dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk melindungi korban dan menjaga ketertiban di masyarakat.
Selain itu, pihak rumah sakit juga akan melakukan evaluasi terhadap kondisi kesehatan mental pelaku. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pelaku mendapatkan perawatan yang tepat agar tidak mengulangi tindakan serupa di masa depan.
Langkah Pencegahan dan Edukasi
Kejadian ini menunjukkan pentingnya edukasi tentang kesehatan mental dan perlindungan terhadap masyarakat. Masyarakat perlu lebih waspada dan siap menghadapi situasi yang tidak terduga, terutama dalam hal tindakan kriminal yang dilakukan oleh orang-orang dengan gangguan jiwa.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan tindakan anarkis meski sedang marah. Mengamankan pelaku harus dilakukan dengan cara yang aman dan sesuai prosedur hukum. Jika terjadi kekerasan, pihak berwenang harus segera dihubungi untuk penanganan yang lebih baik.
Kesimpulan
Peristiwa yang melibatkan pria dengan gangguan jiwa di Bandung menunjukkan betapa pentingnya pemahaman masyarakat tentang kesehatan mental dan tindakan yang tepat dalam menghadapi kejadian kriminal. Pelaku harus mendapatkan perawatan yang layak, sementara korban harus dilindungi dan diberi dukungan psikologis. Dengan demikian, kejadian serupa dapat diminimalkan di masa depan.







