Pusat Belanja Nanjungsari yang Terbengkalai di Pangandaran
Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat, dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik minat pengunjung. Namun, di tengah keindahan alam dan aktivitas wisatawan, terdapat sebuah bangunan yang kini terlihat tidak terawat dan nyaris ditinggalkan. Pusat Belanja Nanjungsari, yang sebelumnya menjadi tempat belanja oleh-oleh bagi para pengunjung, kini dalam kondisi memprihatinkan.
Bangunan dua lantai ini dibangun sekitar tahun 2018 dengan harapan menjadi pusat perbelanjaan yang ramai. Sayangnya, hingga kini, banyak bagian dari bangunan tersebut mengalami kerusakan parah. Atap yang awalnya kokoh kini banyak yang bocor, sedangkan tiang-tiang bangunan sudah mulai berkarat. Kondisi ini membuat banyak ruangan di lantai dua tidak layak digunakan.
Di lantai dua, pintu-pintu rolling door yang seharusnya digunakan para pedagang kini tampak rusak. Banyak dari mereka yang jebol atau keropos, sementara keramik dan cat tembok di beberapa sudut juga mulai pudar. Selain itu, sampah-sampah berserakan dan menumpuk di berbagai sudut, menambah kesan kumuh dan tidak terawat.
Beberapa ruangan di lantai dua bahkan sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Hal ini semakin memperparah kondisi bangunan yang sudah rusak. Sementara itu, para pedagang saat ini lebih memilih berjualan di lantai satu, terutama di bagian depan bangunan yang menghadap langsung ke jalan wisata dan pantai barat.
Mereka lebih memilih lantai satu karena dinilai lebih mudah dijangkau oleh wisatawan. Di lantai dua, aksesnya terasa lebih sulit, sehingga pengunjung jarang datang. Akibatnya, penjualan di lantai dua cenderung sepi.
Seorang pedagang buah-buahan, Muji (45), mengungkapkan bahwa Pusat Belanja Nanjungsari awalnya dibangun untuk merelokasi para pedagang yang biasanya berjualan di bibir pantai. Namun, sejak pertama kali diresmikan pada tahun 2018, pusat belanja ini selalu sepi, bahkan ketika pantai sedang ramai.
“Kalau pantai lagi ramai, di Nanjungsari ini selalu sepi. Apalagi kalau sepi pengunjung,” ujarnya.
Banyak pedagang memilih berjualan langsung di depan bibir pantai, meski ada juga yang tetap bertahan di ruko bawah. Menurut Muji, ruko paling depan yang menghadap pantai masih bisa digunakan, namun ruko di bagian dalam sudah kumuh dan tidak ditempati.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida, menjelaskan bahwa Pusat Belanja Nanjungsari adalah aset milik Disparbud Kabupaten Pangandaran. Ia mengungkapkan bahwa dulu, jumlah pedagang di sana mencapai sekitar 1364 orang. Namun, seiring waktu, banyak dari mereka kembali berjualan di bibir pantai.
Kondisi Pusat Belanja Nanjungsari kini menjadi perhatian serius. Meskipun memiliki potensi sebagai pusat perbelanjaan yang strategis, bangunan ini membutuhkan perbaikan dan pengelolaan yang lebih baik agar dapat kembali menjadi tempat yang nyaman dan ramai dikunjungi.







