Kasus Pembunuhan Suami Istri di Kalimantan Selatan Terungkap, Dua Tersangka Ditangkap
Dalam kasus pembunuhan suami istri yang terjadi di wilayah Sungai Kuman, Dusun Oman Rt. 005 Desa Paramasan atas, Kecamatan Paramasan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, muncul fakta baru yang mengejutkan. Informasi ini diungkapkan oleh Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli dalam konferensi pers yang digelar di Aula SAR pada Senin (21/7/2025).
Menurut penjelasan Kapolres, tersangka dalam kasus ini tidak hanya satu orang. Selain FT, sang istri korban, ada juga PP, yang merupakan kakak kandung dari FT. Keduanya diketahui memiliki hubungan keluarga dan diduga bersama-sama melakukan aksi kejahatan tersebut.
Sebelumnya, kasus pembunuhan ini telah menjadi perhatian masyarakat setempat dan viral di media sosial. Korban ditemukan dalam kondisi memilukan, dengan kepala terpenggal di pinggiran sungai dalam hutan. Kejadian ini terjadi pada Rabu (16/7/2025), sekitar pukul 15.00 WITA.
Kepala Desa Paramasan Atas, Ihsan, mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut benar-benar terjadi di hutan Dusun Muara Oman RT 5 Desa Paramasan Atas. Ia menjelaskan bahwa korban dikenal sebagai pria yang sehari-hari bekerja sebagai pendulang emas di kawasan tersebut.
Ihsan menyebutkan bahwa korban adalah warga pendatang yang baru tinggal di Dusun Muara Oman selama sekitar sebulan. Lokasi tempat tinggalnya berada di perbatasan antara Oman dan Danau Huling. Menurut informasi yang ia dapatkan, korban sedang dalam perjalanan untuk melakukan aktivitas mendulang emas di kawasan hutan saat kejadian terjadi.
Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi oleh pihak kepolisian. Sementara itu, pelaku utama dalam kasus ini telah diamankan oleh aparat berwajib. Ihsan menyampaikan bahwa pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan proses hukum berjalan dengan baik.
Beberapa hal yang masih menjadi pertanyaan adalah motif dari tindakan kekerasan ini serta bagaimana kedua tersangka bisa terlibat dalam aksi tersebut. Meski belum ada pengakuan resmi dari para tersangka, polisi tetap berupaya mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk memperkuat tuduhan terhadap mereka.
Selain itu, kejadian ini juga memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat. Banyak warga yang merasa khawatir akan keselamatan diri mereka sendiri, terutama karena lokasi kejadian berada di daerah hutan yang sering kali sulit diakses dan minim pengawasan.
Pihak desa dan polisi berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan di area tersebut, serta memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan. Mereka juga berharap agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpicu oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Dengan adanya penangkapan dua tersangka, kasus ini diharapkan dapat segera diselesaikan secara hukum. Pihak berwenang juga akan terus memantau perkembangan kasus ini agar tidak terjadi tindakan yang tidak diinginkan.






