Kondisi Sekolah yang Memprihatinkan dan Upaya Perbaikan
Di SDN Kayuringin Jaya XVI Kota Bekasi, kondisi belajar mengajar sempat menjadi perhatian serius karena kekurangan fasilitas seperti meja dan kursi. Masalah ini muncul kembali pada awal tahun ajaran baru, di mana siswa terpaksa membawa meja lipat dari rumah untuk digunakan selama proses pembelajaran.
Kepala Sekolah SDN Kayuringin Jaya XVI, Jumiyati, menjelaskan bahwa masalah ini muncul setelah sekolah mengalami dampak banjir selama sekitar tiga bulan lalu. Akibatnya, banyak meja dan kursi yang rusak atau hilang, sehingga memengaruhi kenyamanan belajar siswa.
“Kami sambil menunggu kiriman bantuan kursi, kami berupaya memperbaiki kursi yang kemarin rusak menggunakan dana BOS,” ujarnya. Meski begitu, perbaikan tersebut masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh siswa.
Untuk mengatasi hal ini, pihak sekolah menerapkan sistem shifting atau pergantian penggunaan kursi di setiap kelas. Dengan cara ini, para siswa tidak lagi duduk lesehan di lantai selama proses belajar mengajar berlangsung.
“Alhamdullilah meskipun masih kurang satu kelas itu ada 20 siswa, jadi kami buat shift, tetap jadi pembelajaran, anak tidak lagi lesehan, dan duduk di kursi,” jelas Jumiyati.
Sebelumnya, Jumiyati juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama jajaran guru sempat melakukan patungan uang untuk perbaikan fasilitas sekolah. Mereka memperbaiki meja dan kursi dengan dana pribadi, sebagai bentuk tanggung jawab sebagai guru.
“Iya betulin kayak nge-las bangku pakai dana pribadi dari guru-guru juga patungan sama-sama inisiatif karena tanggung jawab sebagai guru,” tuturnya.
Berdasarkan situasi tersebut, kondisi prihatin mewarnai proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Banyak siswa dan siswi terpaksa duduk lesehan di dalam kelas karena kurangnya fasilitas kursi dan meja.
Jumiyati juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mencari solusi dengan melibatkan orangtua siswa. Salah satu solusi yang diambil adalah dengan meminta siswa membawa meja belajar dari rumah.
Para orangtua pun diakuinya juga mengerti dengan keadaan tersebut. “Karena kekurangan kursi jadi inisiatif orangtua murid juga duduknya satu kelas itu hanya beberapa kursi aja adanya, terus siswa bawa meja dari rumah, dan duduk lesehan belajarnya,” ungkapnya.
Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Masalah Fasilitas Sekolah
Menurut Jumiyati, pemerintah memberikan arahan agar pihak sekolah menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk perbaikan kursi kelas. Dengan dana tersebut, pihak sekolah berupaya memperbaiki kursi yang rusak secara bertahap.
Meskipun demikian, Jumiyati menyadari bahwa perbaikan yang dilakukan masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh siswa. Oleh karena itu, sistem shifting diterapkan agar semua siswa dapat memiliki kesempatan yang sama dalam mengikuti proses belajar mengajar.
Selain itu, Jumiyati juga menekankan pentingnya kerja sama antara pihak sekolah, guru, dan orangtua siswa dalam menghadapi tantangan ini. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan kondisi belajar mengajar di SDN Kayuringin Jaya XVI dapat terus ditingkatkan.
Dalam situasi seperti ini, kepedulian dan inisiatif dari berbagai pihak sangat penting. Semoga langkah-langkah yang telah diambil dapat memberikan dampak positif bagi seluruh siswa dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.






