Aksi Solidaritas Pelaku Pariwisata di Pangandaran
Puluhan pelaku pariwisata dari Kabupaten Pangandaran turut serta dalam aksi solidaritas yang digelar di Gedung Sate, Bandung, pada Senin (21/7/2025). Aksi ini merupakan bagian dari gerakan yang dilakukan oleh pekerja pariwisata Jawa Barat. Mereka menuntut perhatian pemerintah terhadap kondisi sektor pariwisata yang sedang mengalami penurunan signifikan. Selain itu, mereka juga menyampaikan beberapa kebijakan yang dinilai membatasi ruang gerak pelaku usaha.
Koordinator lapangan aksi dari Pangandaran, Pupung, menjelaskan bahwa pihaknya mengirimkan satu bus yang berisi 50 orang pelaku pariwisata. Ia menambahkan bahwa jumlah tersebut belum termasuk rekan-rekan lain yang berangkat menggunakan kendaraan pribadi.
Dalam aksinya, para pelaku pariwisata membawa beberapa tuntutan utama. Salah satunya adalah agar program study tour yang selama ini menjadi salah satu sumber penggerak ekonomi dapat kembali dilaksanakan. Mereka berharap pemerintah memberikan solusi konkret untuk mengembalikan kehidupan dan keramaian di sektor pariwisata.
Menurut Pupung, kebijakan pembatasan aktivitas wisata memiliki dampak yang luas terhadap berbagai sektor. Dampak tersebut mencakup perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pemandu wisata. Hal ini menyebabkan kesulitan bagi banyak pelaku usaha yang bergantung pada sektor pariwisata.
Kabupaten Pangandaran sendiri merupakan salah satu destinasi unggulan di Jawa Barat. Wilayah ini sangat merasakan dampak dari lesunya sektor pariwisata. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pangandaran sebagian besar berasal dari sektor wisata. Oleh karena itu, jika sektor pariwisata melemah, maka PAD dan ekonomi masyarakat akan ikut terpuruk.
Beberapa isu penting yang disampaikan oleh para pelaku pariwisata antara lain:
- Pemulihan sektor pariwisata: Mereka meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah yang efektif guna mengembalikan kejayaan sektor pariwisata.
- Peningkatan kunjungan wisata: Para pelaku pariwisata berharap adanya kebijakan yang mendukung peningkatan jumlah wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
- Pengembangan infrastruktur: Mereka menuntut pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur yang mendukung kegiatan pariwisata, seperti jalan, fasilitas umum, dan sistem transportasi.
- Pelatihan dan pendidikan: Para pelaku pariwisata juga meminta adanya program pelatihan dan pendidikan yang bisa meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalisme di sektor ini.
Aksi ini menunjukkan bahwa para pelaku pariwisata tidak hanya memperjuangkan kepentingan ekonomi, tetapi juga ingin melihat kembali kebangkitan sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Dengan dukungan pemerintah dan langkah-langkah strategis, diharapkan sektor pariwisata bisa segera pulih dan kembali menjadi sumber penghasilan yang stabil bagi masyarakat.








