Sekolah Rakyat di Bandung: Siswa Masih Beradaptasi

by -113 views
by
Sekolah Rakyat di Bandung: Siswa Masih Beradaptasi

Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama di Bandung Mulai Beradaptasi

Para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) di Wyata Guna, Bandung, masih menjalani proses adaptasi lingkungan sepekan setelah mereka masuk ke sekolah pada 14 Juli 2025. Proses ini menurut Kepala SRMP 9 Kota Bandung, Setia Nugraha, akan terus berlangsung selama pekan ini, khususnya dalam hal penyesuaian diri dengan pola tinggal di asrama.

“Kelihatannya sudah mulai betah di sini karena sudah mengenal lingkungan dan mulai bermain seperti musik,” ujarnya kepada Tempo, Senin 21 Juli 2025. Ia menyebutkan bahwa para siswa saat ini belum memulai aktivitas belajar mengajar, tetapi fokus pada pengenalan lingkungan di kelas.

Fasilitas yang Masih Belum Tersedia

Sampai saat ini, beberapa fasilitas pendukung bagi siswa seperti seragam dan laptop masih belum diberikan. Namun, kegiatan adaptasi tersebut diisi oleh tentara selama tiga hari, yang memberikan materi tentang bela negara dan kedisiplinan melalui latihan baris-berbaris. “Hari ini (Senin) mulai dilakukan upacara pertama,” tambah Setia.

Baca Juga:  Pemkot Depok Siap Bangun Jalur Jogging di Pinggir Kali Ciliwung, Jadi Ikon Kota Baru

Setia menjelaskan bahwa tata tertib bagi siswa diterapkan secara bertahap karena mereka berasal dari berbagai latar belakang daerah. SRMP 9 Kota Bandung memiliki total 50 murid, terdiri dari 30 siswa dan 20 siswi. Asrama mereka dibagi menjadi dua gedung yang berbeda.

Aturan yang Diterapkan di Asrama

Para siswa Sekolah Rakyat diwajibkan mematuhi berbagai aturan di asrama sebagai tempat tinggal baru. Aturan umum yang berlaku antara lain:

  • Wajib mengikuti kegiatan yang telah dijadwalkan oleh sekolah.
  • Menjaga sopan santun dalam berbicara dan bertindak terhadap sesama murid, guru, dan tenaga pendidik.
  • Merapikan rambut dan kuku secara berkala.
  • Larangan merokok, menggunakan narkoba, minuman beralkohol, serta memiliki senjata tajam.
  • Menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban di lingkungan sekolah.
  • Wajib berpakaian rapi dan sopan.
  • Murid yang ingin meninggalkan lingkungan asrama atau sekolah harus memiliki izin dari pihak berwenang.

Jadwal Harian dan Penggunaan Alat Elektronik

Dalam tata tertib di asrama, setiap murid wajib bangun pagi 30 menit sebelum subuh atau sekitar pukul 04.00, dan jam tidur malam ditetapkan pada pukul 21.00. Mereka juga diminta membersihkan kamar dan area asrama sesuai jadwal tugas harian.

Baca Juga:  Warga Cikarang Tertipu Online, Jutaan Rupiah Raib

Siswa dilarang membawa alat elektronik seperti handphone dan laptop tanpa izin. Meskipun tidak dilarang sama sekali, penggunaannya dibatasi. “Tidak dilarang sama sekali tapi penggunaannya dibatasi,” ujar Setia.

Larangan Lainnya dan Penerapan Aturan

Selain itu, ada larangan bagi siswa untuk mengunjungi asrama putri atau sebaliknya tanpa izin, serta menerima tamu di luar ketentuan waktu. Aturan lainnya mencakup perilaku murid agar saling menghormati, tidak kasar, mengejek, merundung, melakukan kekerasan fisik dan verbal.

Aturan tata tertib ini dicantumkan dalam buku saku dan ditempelkan di kaca pintu asrama Sekolah Rakyat Menengah Pertama 9 di Sentra Wiyata Guna Bandung. Selain siswa, para guru, pengasuh, dan kepala sekolah juga tinggal bersama di asrama dan rumah dinas.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.