Kecelakaan Maut di Simpang Empat Diponegoro Denpasar
Pada hari Sabtu (26/7) pagi, sebuah kecelakaan maut terjadi di Simpang Empat Jalan Teuku Umar, Denpasar. Peristiwa ini melibatkan dua pengendara sepeda motor yang saling bertabrakan pada pukul 04.45 WITA. Akibat kejadian tersebut, satu orang tewas di tempat kejadian dan tiga lainnya mengalami luka berat.
Korban tewas adalah seorang pria bernama RH, 45 tahun, asal Banyuwangi. Ia diketahui mengendarai sepeda motor Honda Vario dengan nomor plat DK 4763 CY. Sementara itu, tiga korban luka berat adalah AD, pengendara Yamaha Fino DK 2861 DT, serta dua orang yang sedang dibonceng, yaitu AN dan MH.
Kejadian ini menimbulkan banyak perhatian dari warga setempat. Salah satu hal yang mencuri perhatian adalah ditemukannya sepucuk senjata airsoft gun dan linggis di lokasi kejadian. Senjata tersebut diduga milik salah satu pengendara yang terlibat dalam kecelakaan. Penemuan ini langsung menjadi viral di media sosial dan memicu berbagai spekulasi dari warganet.
Menanggapi hal ini, Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi, menyatakan bahwa kepemilikan senjata airsoft gun masih dalam proses penyelidikan. “Untuk saat ini kami belum bisa memastikan apakah senjata tersebut milik korban atau bukan,” ujar AKP Ketut Sukadi.
Latar Belakang Kecelakaan
Kecelakaan bermula ketika RH, pengendara motor Vario, datang dari arah Jalan Diponegoro. Saat itu, ia melawan arus lalu lintas. Dari arah Jalan Teuku Umar, sebuah sepeda motor Yamaha Fino dikemudikan oleh AD, yang datang dari Kerobokan, Kuta Utara. AD sedang membonceng dua temannya, AN dan MH.
Di lokasi kejadian, kedua kendaraan bertabrakan secara langsung. Akibatnya, RH tewas di tempat sementara AD, AN, dan MH terluka parah. Adapun kondisi kesehatan mereka adalah sebagai berikut:
- AD: Mengalami patah tulang kaki kanan, luka lecet pada kaki dan tangan kiri.
- AN: Mengalami luka lecet pada bagian tubuh tertentu.
- MH: Menderita luka lecet di wajah, kaki, dan tangan.
Selain korban, kedua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan juga mengalami kerusakan parah. Kedua motor tersebut hancur dan tidak dapat digunakan lagi.
Penanganan Kasus
Polresta Denpasar masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini. Pihak kepolisian mengatakan bahwa korban masih belum bisa dimintai keterangan karena kondisi kesehatannya yang masih memprihatinkan. Selain itu, penemuan senjata airsoft gun dan linggis tetap menjadi fokus utama dalam investigasi.
Sejauh ini, tidak ada informasi resmi yang menyebutkan adanya unsur kesengajaan atau tindak pidana lain dalam kecelakaan ini. Namun, penemuan barang-barang yang mencurigakan membuat kasus ini semakin menarik perhatian publik.
Kasus ini masih dalam proses penanganan oleh pihak berwajib. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya.







