Tas dan Sajadah Unik dari Plastik di Bandung

by -106 views
by
Tas dan Sajadah Unik dari Plastik di Bandung

Inovasi Kreatif dari Sampah Plastik hingga Bahan Alami

Di tengah gelaran Workshop Karya Kreatif Jawa Barat (KKJB) 2025 yang bertajuk Sunda Karsa Fest, Firdilla Qonita tampil memperlihatkan karyanya yang menarik perhatian peserta. Produk Sugar Souvenir yang ia ciptakan memiliki keunikan tersendiri karena dibuat dari hasil olahan sampah plastik kresek. Dengan senyum yang hangat, ia menjelaskan bagaimana sampah bisa diubah menjadi suvenir bernilai seni dan ekonomi.

“Sampah bisa menjadi kreasi bernilai tinggi. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk edukasi masyarakat soal pentingnya pemilahan sampah dan potensi pemberdayaan di baliknya,” ujar Firdilla. Ia mengungkapkan bahwa usaha ini telah berjalan sejak tahun 2016 dan telah memberdayakan 12 karyawan serta 20 mitra dalam produksi tas belanja, pouch, sajadah travel, hingga tempat kartu identitas.

Dalam sebulan, Sugar Souvenir mampu mengolah 100 kilogram plastik kresek menjadi 20 ribu suvenir dengan omzet lebih dari Rp 200 juta. Produk-produknya pun telah menembus pasar nasional dan internasional seperti Malaysia, Singapura, hingga Amerika Serikat.

Baca Juga:  Hingga Dini Hari, Sejumlah Ruas Jalan di Pantura Masih Macet

Bros Batik yang Mengandung Filosofi Budaya

Selain Firdilla, Vonny Ardelya, founder Ardelya Craft dari Kota Bandung, juga memperkenalkan souvenir unik yang menarik perhatian. Ia mempersembahkan Batik Bros Premium bertema “Jata Tulus Rahayu” yang dibuat dari kain perca batik yang dipadukan dengan batu alam, logam, dan tembaga. Hasilnya adalah aksesori bernilai seni tinggi yang mengandung filosofi budaya Pasundan.

“Bahan baku kami berasal dari pengrajin lokal di Garut dan Padalarang. Karya ini bukan sekadar estetika, tapi juga mengandung filosofi budaya Pasundan,” jelas Ardelya. Dengan lima karyawan tetap, Ardelya Craft mampu memproduksi ratusan bros per bulan dan membukukan omzet hingga Rp200 juta. Sejak berdiri pada 2009, produknya telah menembus pasar Asia dan Eropa.

Kriya dari Pelepah Pisang yang Menarik Perhatian

Rizki, perwakilan Kabupaten Sukabumi, memperkenalkan kriya dari pelepah pisang yang diolah menjadi kaligrafi, sketsa wajah, lukisan, hingga peci. Ia menjelaskan bahwa bahan bakunya tersedia di alam, dan tinggal bagaimana kita mengolahnya dengan imajinasi dan ketelitian.

Baca Juga:  Jadikan Jabar Provinsi Pariwisata

“Bahan bakunya tersedia di alam, tinggal bagaimana kita mengolahnya dengan imajinasi dan ketelitian, tinggal yang penting imajinasi kita dalam mencurahkannya ke dalam sebuah karya seni,” ujar Rizki. Usahanya telah melibatkan 8 karyawan tetap dan warga sekitar, terutama untuk memenuhi permintaan instansi dan perusahaan yang menggunakan produk ini sebagai cinderamata.

Sunda Karsa Fest 2025 yang Menyajikan Beragam Produk Lokal

Sunda Karsa Fest 2025 melibatkan lebih dari 300 pelaku UMKM yang menghadirkan lebih dari 100 ribu produk lokal berkualitas, mulai dari fesyen, kriya, hingga kuliner. Setiap harinya, acara ini dikunjungi sekitar 2.500 orang.

Kepala Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, Muhamad Nur, menyampaikan bahwa Sunda Karsa Fest merupakan representasi sinergi ekonomi kerakyatan dan penguatan budaya lokal dalam kerangka digital. “Pengembangan UMKM, budaya, dan pariwisata di Jawa Barat menjadi program kerja strategis kami,” pungkasnya.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.