Peristiwa Nasional di Akhir Juli 2025
Pada akhir Juli 2025, sejumlah peristiwa penting terjadi di tingkat nasional yang mencakup isu politik hingga sosial. Berikut ini beberapa berita utama yang menjadi perhatian masyarakat.
Mantan dan Kader PDIP Akan Bergabung ke PSI
Sejumlah mantan dan kader aktif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) disebut akan melakukan eksodus ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keputusan ini diambil setelah mantan presiden Joko Widodo dikabarkan akan bergabung dengan partai tersebut.
Dalam pertemuan yang dilakukan oleh Barisan Sudarsono Jokowi Lovers (BSJL), para anggota sepakat untuk bergabung ke PSI setelah bertemu langsung dengan Jokowi di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, pada hari Minggu, 27 Juli 2025. Ketua Umum BSJL, Sudarsono, menyatakan bahwa tidak hanya mantan kader dan simpatisan BSJL, tetapi juga kader aktif PDIP yang tergabung dalam struktur di berbagai daerah juga berniat bergabung ke PSI.
Sudarsono mengungkapkan bahwa banyak orang yang telah menghubungi pihaknya untuk ikut bergabung ke PSI. Meskipun jumlah pasti belum bisa diungkapkan, ia memastikan seluruh anggota BSJL yang berjumlah 600 orang akan bergabung ke PSI. Pertemuan dengan Jokowi menjadi alasan utama keputusan ini.
Megawati: Partai Politik sebagai Tiang Negara
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa partai politik merupakan tiang negara yang harus tetap kokoh. Dalam acara bimtek anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota se-Indonesia di Sanur, Bali, ia menyampaikan bahwa jika tiang negara rapuh, maka negara bisa runtuh.
Megawati mengingatkan kader PDIP untuk menjaga soliditas dan kedisiplinan organisasi. Ia menekankan pentingnya gotong royong dalam tubuh partai agar dapat membawa rakyat bersama-sama. Pernyataan ini disambut antusias oleh peserta acara dengan pekikan “Merdeka!”.
Dana Desa sebagai Jaminan untuk Kopdes Merah Putih
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDT) Yandri Susanto menyatakan bahwa dana desa dapat digunakan sebagai jaminan bagi koperasi desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang mengajukan pinjaman usaha. Namun, ia menegaskan bahwa maksimal hanya 30 persen dari total dana desa yang dapat dicadangkan untuk skema ini.
Proses pengajuan pinjaman dimulai dari penyusunan rencana bisnis oleh koperasi, lalu diserahkan ke kepala desa. Usulan tersebut kemudian dibawa ke musyawarah desa khusus bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, dan pengurus koperasi. Setelah disahkan, dokumen akan ditandatangani oleh kepala desa dan ketua koperasi sebelum diajukan ke Bank Himbara.
Yandri menjelaskan bahwa skema ini sudah disampaikan dalam rapat Satuan Tugas Koperasi Desa/Kelurahan (Satgas Kopdes) dan mendapat dukungan dari perwakilan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Danantara, serta Wakil Menteri Keuangan. Dia menekankan bahwa 70 persen dana desa tetap aman untuk kebutuhan dasar masyarakat desa.
Kesimpulan
Beberapa peristiwa penting di akhir Juli 2025 menunjukkan dinamika politik dan sosial yang terjadi di Indonesia. Mulai dari eksodus kader PDIP ke PSI, pernyataan Megawati tentang pentingnya partai politik, hingga kebijakan dana desa yang diatur untuk mendukung Kopdes Merah Putih. Semua ini menjadi indikator penting dalam memahami perkembangan situasi nasional saat ini.








