UMKM Kalsel: Asal Usul Rumah Pedatuan, Bangunan Kampoeng Arab Coffee House Banjarmasin Sejak 1918

by -113 views
by
UMKM Kalsel: Asal Usul Rumah Pedatuan, Bangunan Kampoeng Arab Coffee House Banjarmasin Sejak 1918

Sejarah dan Perubahan Bangunan yang Menjadi Kampoeng Arab Coffee House

Bangunan yang kini dikenal sebagai Kampoeng Arab Coffee House memiliki cerita panjang sebelum menjadi tempat nongkrong favorit di Banjarmasin. Awalnya, bangunan ini merupakan rumah pribadi yang berdiri sejak tahun 1918. Rumah panggung khas Banjar ini awalnya digunakan sebagai tempat tinggal keluarga besar yang menjadikannya sebagai warisan turun-temurun.

Rumah tersebut memiliki struktur yang khas dengan gaya arsitektur tradisional Banjar. Di dalamnya terdapat banyak elemen kayu yang menunjukkan keindahan dan kekuatan konstruksi tempo dulu. Fauziah, salah satu anggota keluarga inti dari pemilik bangunan, mengingat masa kecilnya saat sering bermain di bawah rumah ini. Ia mengatakan bahwa permainan yang dilakukannya di sekitar bangunan itu adalah bagian dari kenangan indah masa kecilnya.

Seiring berjalannya waktu, keluarga besar Fauziah merasa bahwa bangunan ini tidak boleh dibiarkan terbengkalai. Mereka memutuskan untuk menjaga keberadaan bangunan tersebut dengan mengubah fungsinya menjadi sebuah usaha. Ide ini muncul karena mereka merasa sayang jika bangunan yang bernilai sejarah ini tetap kosong dan tidak dimanfaatkan.

Baca Juga:  Mengenal Taaruf: Proses Pernikahan Syar'i yang Penuh Berkah

Akhirnya, bangunan tersebut diubah menjadi kafe dan rumah makan. Proses perubahan ini dilakukan dengan tetap mempertahankan struktur asli bangunan. Hanya beberapa bagian yang diperbaiki agar lebih aman dan nyaman bagi pengunjung. Ornamen kayu dan desain arsitektur Banjar yang khas masih terlihat jelas, terutama di bagian depan kafe yang sengaja dibiarkan dalam kondisi aslinya.

Kampoeng Arab Coffee House resmi dibuka pada akhir 2021. Dari awal pembukaannya, tempat ini langsung menarik perhatian warga Banjarmasin. Selain konsep Timur Tengah yang unik, bangunan ini juga menawarkan pengalaman yang berbeda karena menyatu dengan sejarah dan arsitektur yang khas. Pengunjung dapat merasakan suasana klasik sambil menikmati hidangan dan minuman yang disajikan.

Beberapa hal yang membuat Kampoeng Arab Coffee House menarik antara lain:

  • Konsep Tempat Nongkrong yang Unik: Bangunan yang memiliki nuansa Timur Tengah memberikan kesan eksotis dan menarik bagi pengunjung.
  • Keunikan Arsitektur: Struktur kayu dan ornamen tradisional Banjar tetap dipertahankan sehingga menciptakan pengalaman yang autentik.
  • Fungsi Ganda: Selain sebagai tempat nongkrong, bangunan ini juga berfungsi sebagai rumah makan yang menawarkan berbagai menu lokal dan internasional.
Baca Juga:  Diego Maradona: Lionel Messi Tidak Pantas Dapatkan Golden Ball

Dengan kombinasi sejarah, arsitektur, dan konsep bisnis yang inovatif, Kampoeng Arab Coffee House telah menjadi destinasi yang layak dikunjungi oleh warga Banjarmasin dan para wisatawan. Keberhasilan tempat ini membuktikan bahwa warisan budaya bisa tetap dilestarikan sambil tetap beradaptasi dengan kebutuhan modern.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.