Vale (INCO) Produksi Nikel Matte 35.584 Ton di Semester I/2025, Naik Sedikit

by -190 views
by
Vale (INCO) Produksi Nikel Matte 35.584 Ton di Semester I/2025, Naik Sedikit

Peningkatan Produksi Nikel Matte di Vale Indonesia Tbk

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan peningkatan signifikan dalam produksi nikel matte pada kuartal II/2025. Volume produksi meningkat sebesar 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu dari 16.576 metrik ton menjadi 18.557 metrik ton. Hal ini menunjukkan kinerja operasional yang stabil dan efisiensi yang terus meningkat.

Secara akumulasi, produksi nikel matte selama semester pertama tahun 2025 mencapai 35.584 metrik ton, naik 2% dibandingkan dengan 34.774 metrik ton pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar serta optimisme terhadap prospek produksi ke depan.

Selain itu, pengiriman nikel matte juga mengalami peningkatan. Pada kuartal I/2025, jumlah pengiriman mencapai 17.096 ton, sedangkan pada kuartal II/2025 meningkat menjadi 18.023 ton. Perusahaan memiliki target produksi total nikel matte sebesar 71.234 ton untuk tahun ini, yang lebih tinggi dibandingkan target tahun lalu.

Kenaikan Harga dan Pendapatan

Harga realisasi rata-rata nikel matte pada kuartal II/2025 mencapai US$12.091 per ton, sedikit meningkat dibandingkan US$11.932 pada kuartal sebelumnya. Kenaikan harga yang moderat, dikombinasikan dengan volume pengiriman yang lebih tinggi, berkontribusi pada peningkatan pendapatan perusahaan. Total pendapatan pada kuartal II/2025 mencapai US$220,2 juta, meningkat 7% dari kuartal sebelumnya sebesar US$206,5 juta.

Baca Juga:  Jalan Kopo Sayati Terendam Banjir

Namun, ada beberapa faktor yang turut memengaruhi operasional perusahaan. Salah satunya adalah penerapan royalti baru dan keputusan untuk mempercepat jadwal pemeliharaan terencana. Meskipun demikian, INCO berhasil mempertahankan EBITDA pada tingkat yang sehat sebesar US$40,0 juta dengan laba bersih positif sebesar US$3,5 juta untuk kuartal II/2025.

Strategi dan Perencanaan Ke depan

Direktur dan Chief Financial Officer INCO, Rizky Putra, menyampaikan harapan untuk mengoptimalkan tingkat produksi pada paruh kedua tahun ini. Ia menilai bahwa perusahaan akan memiliki baseline yang lebih kuat setelah mencapai kesepakatan baru untuk penetapan harga nikel matte dengan para pelanggan.

Selain itu, INCO telah mendapatkan persetujuan untuk revisi rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB) sekitar 2,2 juta ton bijih saprolit dari Blok Bahodopi. Perkembangan ini diharapkan dapat memberikan aliran pendapatan yang lebih besar dan memperkuat posisi perusahaan di masa mendatang.

Kondisi Keuangan Perusahaan

Di sisi lain, INCO mencatatkan kas dan setara kas sebesar US$506,7 juta pada kuartal II/2025, yang sedikit turun dibandingkan US$601,4 juta pada kuartal sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh belanja modal sebesar US$96,4 juta pada kuartal II/2025, yang lebih rendah dibandingkan US$128,1 juta pada kuartal I/2025.

Baca Juga:  Politani Kupang Sesuaikan Pembelajaran dengan Generasi Muda

Perusahaan tetap menjaga stabilitas keuangan meski menghadapi tantangan operasional dan perubahan regulasi. Dengan strategi yang matang dan komitmen untuk meningkatkan efisiensi, INCO terus berupaya memperkuat posisi di industri nikel global.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.