XLSMART Memperkuat Kolaborasi di Sektor B2B dengan Peluncuran Platform ESTA
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui lini usaha XLSMART for Business akan memperkuat kolaborasi guna mendorong pertumbuhan bisnis di sektor business to business (B2B). Perusahaan juga baru saja meluncurkan platform digital terbaru yang bernama Enterprise Smart Technology & Automation (ESTA), yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan otomasi dan efisiensi operasional industri.
Sebagai bagian dari langkah strategis, XLSMART menyelenggarakan BRAVO 500 SUMMIT, sebuah forum internasional yang menghadirkan pelaku industri, regulator, dan mitra teknologi global. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia, khususnya dalam pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Cybersecurity. Kedua teknologi ini menjadi fokus utama karena berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing industri, terutama di sektor-sektor strategis seperti pertambangan, manufaktur, logistik, keuangan, hingga layanan publik.
Direktur & Chief Enterprise Strategic Relationship Officer XLSMART, Andrijanto Muljono, menekankan bahwa kolaborasi merupakan elemen kunci dalam proses digitalisasi industri. Ia menjelaskan bahwa transformasi digital yang pesat melalui teknologi seperti AI, IoT, cloud, dan cybersecurity tidak dapat dihindari di berbagai industri di dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini telah mengubah cara bisnis dijalankan dan memperkuat peran teknologi dalam mendukung operasional perusahaan.
“BRAVO 500 SUMMIT merupakan langkah nyata XLSMART untuk memperkuat peran sebagai mitra teknologi bagi dunia usaha dengan memperluas kolaborasi lintas sektor,” ujar Andrijanto dalam acara BRAVO 500 SUMMIT di Jakarta pada Kamis (24/7/2025).
Dalam forum tersebut, XLSMART juga meluncurkan platform ESTA, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan otomasi dan efisiensi operasional industri. Platform ini merupakan solusi digital terpadu yang mampu mendukung kebutuhan industri dari berbagai sektor, termasuk keuangan, ritel, sumber daya alam, logistik, manufaktur, layanan publik, dan kesehatan.
ESTA dirancang secara modular dan adaptif, sehingga memungkinkan integrasi data yang tersebar ke dalam satu sistem yang konsisten dan dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan bisnis. Keunggulan utama dari platform ini adalah kemampuannya mendukung operasi secara terpusat maupun berbasis edge computing, serta layanan cloud-native dan GPU skala enterprise yang mendukung proses real-time.
Salah satu fitur kunci dari ESTA adalah Advanced Managed Services (AMS), yang merupakan layanan multi-tenant yang mampu memantau infrastruktur secara real-time, hingga pengaturan standar keamanan. Selain itu, platform ini dilengkapi dengan teknologi keamanan berlapis, AI generatif, serta konektivitas cloud dan on-prem yang mendukung proses bisnis secara menyeluruh.
Dengan pendekatan multi-tenant native, setiap pelanggan memiliki ruang sistem tersendiri yang menjaga isolasi data, struktur workflow, dan SLA. Hal ini memastikan bahwa setiap pengguna dapat mengakses layanan secara aman dan efisien.
Andrijanto menambahkan bahwa digitalisasi tidak cukup hanya mengandalkan inovasi teknologi, tetapi juga membutuhkan budaya yang inklusif dan kolaboratif. Ia menegaskan bahwa transformasi digital tidak bisa hanya mengandalkan teknologi semata. Menurutnya, diperlukan kolaborasi lintas sektor, budaya yang memberdayakan (empowering culture), serta semangat kebersamaan untuk menjawab tantangan ekonomi digital yang semakin kompleks.
“Di forum ini, kita akan saling Connect, Educate, Elevate, dengan semangat Solusi untuk Korporasi, Solusi untuk Negeri,” kata Andrijanto.
Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan bahwa BRAVO 500 SUMMIT merupakan forum strategis yang mendorong pemanfaatan AI secara bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa forum ini tidak hanya menghadirkan diskursus strategis lintas sektor, tetapi juga menjadi bagian penting dari penyusunan kerangka kolaborasi menuju AI Alignment yang relevan bagi Indonesia.
Meutya juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyusun Peta Jalan Nasional AI yang menempatkan prinsip inklusivitas, kedaulatan data, dan kebermanfaatan teknologi sebagai pilar utama. Ia menegaskan bahwa melalui kolaborasi seperti ini, pihaknya ingin memastikan bahwa AI bukan hanya milik mereka yang memiliki sumber daya paling besar, melainkan menjadi sarana untuk membuka peluang baru yang adil dan merata bagi seluruh rakyat.








