Biodata Effendi Edo, Wali Kota Cirebon Dihujat Warga Akibat Kenaikan PBB 1.000 Persen, Ini Hartanya

by -216 views
by
Biodata Effendi Edo, Wali Kota Cirebon Dihujat Warga Akibat Kenaikan PBB 1.000 Persen, Ini Hartanya

JABARMEDIA – Profil Effendi Edo, Wali Kota Cirebon yang menjadi sorotan masyarakat akibat kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 1.000 persen.

Ia lahir di Cirebon, 25 April 1965.

Edo Effendi menyelesaikan pendidikannya dari SD hingga SMA di Kota Cirebon.

Kemudian melanjutkan pendidikan di STIA LAN Bandung.

Edo Effendi memulai kariernya sebagai pegawai negeri sipil biasa hingga menjabat berbagai posisi di Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Selanjutnya, ia memasuki dunia politik dan menjabat sebagai wali kota.

Peningkatan pajak bumi dan bangunan dirasakan oleh Darma Suryapranata, warga Cirebon, yang mengaku kaget ketika membayar PBB, karena ternyata terjadi kenaikan yang cukup besar.

Saat saya membeli, saya juga kaget, mengapa harganya Rp65 juta. Pada tahun 2023 hanya Rp6,2 juta, tahun 2024 menjadi Rp65 juta, (kenaikannya) 10 kali lipat, lebih dari 1.000 persen,” kata Darma.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo juga memberikan respons terkait isu kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) hingga 1.000 persen.

“Ada kenaikan, tetapi tidak mencapai 1000 persen. Jadi, nanti dari angka yang tidak mencapai 1000 persen tersebut, saya sudah meninjau ulang,” kata Wali Kota Cirebon, Effendi Edo di Balai Kota Cirebon, Kamis (14/8/2025), dilaporkan dari tayangan program Kompas Siang KompasTV.

Baca Juga:  Korban Penipuan PMI Cianjur Dapat Bantuan Hukum Gratis, Edukasi Hak dan Bahaya 'Sponsor' Liar Digalakkan

Ia menyatakan baru menjabat selama lima bulan, namun mengakui akan berusaha melakukan proses evaluasi secara cepat.

“Maka insyaallah semoga kita mampu menyusun formula yang baik sehingga dapat menurunkan PBB tersebut,” katanya.

Sosok Effendi Edo

Dulunya Edo bekerja sebagai Pegawai Negeri di Departemen Perhubungan dan ditunjuk sebagai kepala Seksi Keselamatan dan Lalu Lintas di Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat pada tahun 2006.

Namun, untuk kepentingan Kota Cirebon, ia bersedia melepaskan prestasi itu.

Tokoh Effendi Edo merupakan adik dari mantan Wali Kota Cirebon almarhum Ano Sutrisno, yang menjabat sebagai ketua Pengurus Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Kota Cirebon.

Sebelum memasuki dunia politik, Effendi memiliki karier yang cemerlang sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Berbagai penghargaan Satyalancana Karya Satya X Tahun yang diberikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1994 pernah diraih oleh Effendi Edo.

Karier di lingkungan PNS dimulai pada tahun 1986 dengan jabatan Pelaksana di Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Pada tahun 1992, ia mengikuti pelatihan tidak formal di Mualim Pelayaran Intersuler Dirjen Perhubungan Laut.

Karierinya terus berkembang hingga akhirnya pada tahun 2006 ia ditunjuk sebagai Kepala Seksi Keselamatan dan Lalu Lintas di Bidang Transportasi Darat Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:  Hearts2Hearts Rilis Album Mini Fokus

Riwayat Pendidikan

Sekolah Dasar Negeri Kebon Baru 5 Kota Cirebon (1972-1978)

Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Cirebon (1978-1981)

Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Cirebon (1981-1984)

S1 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) LAN Bandung (2004-2008)

S2 di Universitas Langlangbuana Bandung (2009-2011)

Riwayat Organisasi

Wakil Ketua PDK Kosgoro 1957 Jawa Barat (2016-2021)

Ketua PDK Kosgoro 1957 Kota Cirebon (2018-2023)

Anggota Partai Golkar (2018-2025)

Ketua PDK Kosgoro 1957 Kota Cirebon (2023-2028)

Ketua DPD LPM Kota Cirebon periode 2023-2028

Ketua DPD P3JI (Perkumpulan Perusahaan Perlengkapan Jalan Indonesia Provinsi Jawa Barat) (2023-2028)

Wakil Ketua Majelis Pertimbangan DPD Partai Golkar Kota Cirebon (2020-2025)

Karier Politik

Setelah mengakhiri karier di lingkungan pemerintahan, Edo memasuki dunia politik sebagai anggota Partai Golkar.

Pemilihannya sebagai wali kota tidak lepas dari campur tangan Golkar.

Pada tahun 2018, Effendi Edo pernah maju sebagai Calon Wakil Wali Kota Cirebon bersama Bamunas Setiawan Budiman, yang merupakan kader dari PDIP dalam Pemilihan Umum Wali Kota Cirebon 2018.

Namun kalah dari calon petahana pada masa itu, Nasrudin Azis, yang merupakan wakil dari saudaranya dalam Pemilihan Umum Wali Kota Cirebon 2013.

Azis pada masa itu berpasangan dengan Eti Herawati.

Keunikan dalam Pemilihan Wali Kota Cirebon 2024 adalah saat Edo berhasil mengalahkan Eti Herawati, yang pada masa itu merupakan calon petahana bersama Suhendrik.

Baca Juga:  Lucky Hakim Jamin Komitmen Pemkab Indramayu Lindungi Alam dan Pertanian

Harta Kekayaan

Effendi Edo terakhir kali melaporkan kekayaannya pada 23 Agustus 2024/Khusus untuk pemilihan Wali Kota Cirebon.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari KPK, Effendi Edo tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp. 8.463.275.511.

DATA PRIBADI

1. Nama : EDO EFFENDI

2. Jabatan : CALON WALIKOTA

3. NHK : 401021

II. DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 6.300.000.000

1. Tanah dan bangunan seluas 261 m2/180 m2 di KAB / KOTA BANDUNG, hasil sendiri seharga Rp. 3.500.000.000

2. Tanah dan bangunan seluas 126 m2/50 m2 terletak di KAB / KOTA BANDUNG BARAT, hasil sendiri seharga Rp. 2.800.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 307.000.000

1. Sepeda motor, YAMAHA 2DP / SOLO Tahun 2015, hasil produksi sendiri Rp. 22.000.000

2. Mobil, Mercedes Benz E250 CGI AT Tahun 2010, hasil produksi sendiri dengan harga Rp. 285.000.000

C. Aset Lainnya Sebesar Rp. 35.000.000

D. SURAT KUASA Rp. —-

E. Kas dan Setara Kas Rp. 2.521.275.511

F. ASET LAINNYA Rp. —-

Sub Total Rp9.163.275.511

III. HUTANG Rp700.000.000

IV. JUMLAH KEKAYAAN (II-III) Rp8.463.275.511

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.