Dikeroyok di Belakang Kelas, Siswa SMPN Subang Diperiksa ke Klinik dr Maxi

by -110 views
by
Dikeroyok di Belakang Kelas, Siswa SMPN Subang Diperiksa ke Klinik dr Maxi

JABARMEDIA – Kekerasan kembali terjadi di lingkungan sekolah di Kabupaten Subang, menyerang seorang siswa SMP Negeri. Ia menjadi korban pengeroyokan oleh tiga teman sekelasnya sendiri di sekolah yang sama.

Seorang pelajar SMP Negeri di Kecamatan Tambakdahan, Subang, menjadi korban pengeroyokan dari teman sekelasnya. Akibatnya, korban mengalami luka memar pada kepala dan tubuh.

Korban diketahui bernama BG (13) siswa kelas 7 F di salah satu SMPN di Tambakdahan. Kejadian pengeroyokan terjadi pada Rabu (06/08/2025), namun kejadian tersebut baru diketahui oleh orang tua korban ketika melihat tubuh anaknya mengalami luka memar dan sakit pada hari Kamis (07/08/2025).

Ayah korban Morpin (43) mengungkapkan, anaknya sempat menyembunyikan kejadian pengeroyokan yang dilakukan teman sekelasnya, karena takut kembali menjadi korban pengeroyokan oleh pelaku serta takut ditegur oleh guru.

Menurut Morpin, kejadian itu dimulai dari persaingan kursi antara anaknya (BG) dengan To, Ho, He dan teman-temannya.

Empat tersangka sempat menghina korban dengan menyampaikan pernyataan fitnah berbau SARA sambil menyebut-nyebut nama agama.

Baca Juga:  KPK Raup di Kantor Hukum Visi terkait Dugaan Kasus Mantan Menteri SYL, Saksi Rasamala Aritonang Dicek

Berdasarkan tuduhan yang tidak benar, BG merasa sedih dan terjadi perkelahian. Setelah jam istirahat, BG dihampiri oleh To dan tiga pelaku lainnya yang mengajaknya ke belakang kelas. Di sana, BG langsung menjadi korban pengeroyokan.

“Peristiwa pengeroyokan tidak hanya terjadi satu kali, melainkan dua kali dalam hari yang berbeda,” katanya.

“Terjadi kejadian tersebut, anak saya mengalami lebam di kepala dan tangan akibat pukulan dari pelaku. Bahkan tubuh anak saya sampai demam,” kata Morpin, Jumat (08/08/2025) sore.

Awalnya Morpin mengira anaknya hanya mengalami demam biasa, namun setelah diperiksa di Klinik dr Maxi, anaknya akhirnya menceritakan bahwa dirinya dipukuli oleh temannya.

Walaupun pihak sekolah telah melakukan mediasi antara BG dan empat pelaku, sebagai orang tua saya tidak dapat menerima perlakuan yang dilakukan oleh pelaku terhadap anak saya, meskipun pelaku telah meminta maaf.

“Saya juga telah mengajukan kepada pihak wali kelas 7 F, bahwa BG akan pindah ke sekolah lain karena jika masih bersekolah di SMPN tersebut, khawatir kejadian pemukulan terulang lagi,” jelas Morpin.

Baca Juga:  114 Calon Bintara Polri Ikuti Pelatihan di Sekolah Polisi Negara Seulawah Aceh Besar

Selanjutnya, Morpin juga telah memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian agar pelaku mendapatkan efek jera dan tidak mengulangi perbuatan serupa terhadap siswa lainnya.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.