Ironi Jembatan Penghubung Tasikmalaya-Ciamis Senilai Rp5 Miliar yang Menimbulkan Ketimpangan Mencolok

by -138 views
by
Ironi Jembatan Penghubung Tasikmalaya-Ciamis Senilai Rp5 Miliar yang Menimbulkan Ketimpangan Mencolok

JABARMEDIA – Jembatan Sukamenak yang berdiri megah di atas Sungai Citanduy sejak tahun 2023, hingga saat ini belum memberikan manfaat nyata kepada warga Kampung Benteng, Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya. Ironisnya, meskipun jembatan ini memakan dana negara sebesar Rp5 miliar dari APBN, akses menuju jembatan dari wilayah Tasikmalaya masih berupa jalur setapak yang curam dan berlumpur sejauh 500 meter.

Jembatan ini sebenarnya dibuat sebagai penghubung antara Kota Tasikmalaya dan Desa Wanasigra, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan adanya ketidakseimbangan yang jelas, akses dari arah Ciamis sudah dibangun dengan baik dan dapat digunakan oleh kendaraan roda dua maupun empat, sementara dari sisi Sukamenak, warga justru harus turun melalui medan terjal tanpa adanya fasilitas jalan yang memadai.

Masih lebih memprihatinkan, hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam membangun jalan. Padahal, keberadaan jembatan tersebut akan menjadi percuma jika tidak didukung oleh akses jalan yang layak.

Baca Juga:  Bincang Ringan Bersama Tokoh Milenial Tenjolaya ( Potensi UMKM Tenjolaya)

Besaran nilai pembebasan lahan

Menurut tokoh masyarakat Sukamenak, Usep Saripudin, pihak Dinas PUTR Kota Tasikmalaya pernah mengunjungi lokasi tersebut. Mereka bahkan menyebutkan besaran biaya pengadaan lahan sekitar Rp3,5 juta per bata. Namun setelah itu, tidak ada informasi lebih lanjut. Peninjauan hanya berhenti pada wacana.

“Sudah dilakukan survei, sudah dibicarakan mengenai harga lahan, tetapi hingga kini belum ada kemajuan. Jembatan megah berdiri, namun warga masih harus berjalan kaki melewati jalan yang curam,” kata Usep saat diwawancarai, Minggu 24 Agustus 2025 sore.

Sesama warga Kampung Benteng, Fajar Utama, meminta Pemkot agar tidak mengulur-ulur pembangunan. Menurutnya, keberadaan jembatan tidak memiliki makna jika hanya bisa diakses dari satu sisi. “Dari arah Ciamis sudah bisa dilewati motor, tetapi dari sini (Tasikmalaya) bahkan motor saja sulit, apalagi pejalan kaki. Ini memprihatinkan dan menunjukkan kurangnya niat pemerintah kota,” kata Fajar.

Respons Kepala Dinas PUPR Kota Tasikmalaya

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PUPR Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, mengakui bahwa pembangunan akses jalan belum dapat dilakukan karena masih menghadapi proses pembebasan lahan. Ia menyebutkan, dana sebesar Rp135 juta baru tersedia dalam anggaran perubahan tahun ini. “Memang secara bertahap, kami mulai dari pembebasan lahan terlebih dahulu,” ujarnya singkat.

Baca Juga:  Afgan Buat kejutan Khusus bagi Ibu yang Melahirkan di RSIA Bunda Menteng

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.