Kisah Pengemis Kaya dari Magetan, Di Balik Baju Lusuhnya Ada Rp 10 Juta

by -142 views
by
Kisah Pengemis Kaya dari Magetan, Di Balik Baju Lusuhnya Ada Rp 10 Juta

JabarMedia, MAGETAN– Usia Mbah Wagimun, penduduk Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Magetan sudah tidak lagi muda.

Usia yang telah mencapai 79 tahun.

Setiap harinya, ia meminta-minta di kawasan Kota Magetan.

Mbah Wagimun sejak lama tinggal sendirian setelah putranya meninggal dunia saat menjalani tindakan medis.

Di tengah kesendirian yang dialaminya, Mbah Wagimun mencari penghidupan dengan meminta-minta di berbagai tempat di Kota Magetan.

Uang yang diperolehnya dari mengemis digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Sementara sisanya dia simpan di dalam saku celana dan pakaian yang dipakainya.

Beberapa waktu yang lalu, Pak Wagimun tertangkap dalam razia yang dilakukan oleh petugas Satpol PP Kota Magetan.

Ia ditangkap saat sedang meminta-minta di depan sebuah minimarket di Jalan Diponegoro, Magetan.

Petugas yang memeriksa mereka pun terkejut dan tidak percaya.

Tidak heran, di balik pakaian dan celana yang rusak, Mbah Wagimun menyimpan uang dengan nilai yang sangat luar biasa.

Ya, petugas menemukan uang tunai lebih dari Rp 10 juta di dalam kantong baju dan celana milik Mbah Wagimun.

Baca Juga:  GASING: Energy Perubahan Dari Kota Bogor Untuk Indonesia Layak Anak

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan Parminto Budi Utomo menyebutkan bahwa saat ditangkap, Wagimun ketahuan menyimpan uang tunai sebesar Rp 10.402.000.

Uang kertas dengan nominal Rp 1.000 hingga Rp 10.000 disimpan di berbagai lapisan saku baju serta karung yang rusak dan selalu ia bawa.

“Dari Tuan Wagimun ditemukan membawa uang tunai lebih dari Rp10 juta. Katanya uang ini berasal dari hasil mengemis selama lima tahun terakhir,” kata Parminto di tengah acara peresmian Karang Taruna Festival 2025, Sabtu (2/8/2025).

Sebelumnya, lanjut Parminto, Mbah Wagimun mencari rezeki di sekitar minimarket Jalan Diponegoro atau dekat ATM di depan Kantor Pos Magetan.

Ia duduk dengan sebuah gelas bekas minuman kemasan di depannya yang digunakan sebagai tempat orang meletakkan uang derma.

Saat diminta keterangan, Wagimun mengakui bahwa ia sengaja mengumpulkan uang dari meminta-minta sebagai persiapan biaya hidup ketika usianya tua nanti.

Berdasarkan informasi dari Dinas Sosial, Wagimun tinggal sendirian setelah anaknya meninggal dunia setelah menjalani operasi.

Baca Juga:  Polres Bogor Gelar Vaksinasi di Desa Rancabungur

“Selama ini dia tinggal sendirian meskipun masih memiliki keponakan. Sekarang keluarganya menyatakan siap merawat Pak Wagimun, sehingga kami serahkan kepada pihak keluarga di Desa Sumberagung,” tambah Parminto.

Selain Wagimun, Dinas Sosial Magetan juga menangani seorang lansia perempuan yang sering terlihat berkeliaran dalam keadaan memprihatinkan di sekitar pasar sayur Magetan.

Wanita tua ini telah diberi mandi dan selanjutnya dikembalikan ke tempat tinggal aslinya di Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Madiun dalam proses pemulangannya,” tutur Parminto. (*)

Artikel ini telah tayang diKompas.com.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.