Kondisi SDN Gunung Batu Sukabumi Mengkhawatirkan, Siswa Belajar di Mushola

by -183 views
by
Kondisi SDN Gunung Batu Sukabumi Mengkhawatirkan, Siswa Belajar di Mushola

JABARMEDIA – Meskipun ruang belajar terbatas akibat bangunan kelas yang hampir roboh, siswa SDN Gunung Batu, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tetap menunjukkan semangat yang luar biasa.

Tiga ruang kelas di sekolah ini harus dikosongkan karena alasan keamanan sejak beberapa waktu lalu. Meskipun demikian, hal itu tidak mengurangi semangat siswa dalam mengejar ilmu.

Kondisi ruang kelas yang tidak memadai menyebabkan siswa kelas 4, 5, dan 6 harus beralih ke musala dan perpustakaan. Meski sempit dan kurang ventilasi, tempat darurat tersebut kini menjadi ruang belajar harian mereka.

“Jumlah murid banyak, ruangan sempit, serta sirkulasi udara terbatas, sehingga anak-anak merasa tidak nyaman. Namun semangat belajar mereka sangat baik, anak-anak tetap antusias belajar meskipun di dalam ruangan yang sederhana,” kata Kepala SDN Gunung Batu, Ami Kusmaeni (60), saat diwawancarai, Jumat (8/8/2025).

Ami mengatakan, keadaan tiga ruang kelas yang kosong tersebut sudah sangat memprihatinkan.

Kayu yang sebagian sudah roboh dan debu yang menumpuk menjadi pemandangan yang biasa terlihat. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa keselamatan siswa tetap menjadi prioritas utama.

Baca Juga:  Hanya di Indonesia, Gaji Tinggi Jadi Penentu Kebahagiaan

“Ruang tersebut sudah tidak layak digunakan. Kami sengaja kosongkan agar tidak mengancam anak-anak,” ujar

Pihak sekolah sudah berusaha mengajukan perbaikan kepada Dinas Pendidikan melalui sistem Dapodik. Namun sampai saat ini, bantuan perbaikan belum juga terealisasi.

Data yang diterima menyatakan bahwa perbaikan baru dapat dilakukan setelah adanya anggaran tambahan.

“Kami dari pihak sekolah telah mengajukan usulan dan melaporkannya, tetapi hingga saat ini belum ada tindak lanjut. Kami berharap adanya perhatian serius agar ruang kelas dapat segera dibangun kembali,” ujar Ami dengan penuh harapan.

Situasi ini juga mendapat perhatian serius dari Komite Sekolah. Sekretaris Komite Sekolah, Dadan Apriandani, menganggap kondisi tersebut tidak hanya mengganggu proses belajar-mengajar, tetapi juga merusak semangat peningkatan kualitas pendidikan yang terus diwacanakan di tingkat nasional.

Kami juga telah memberi peringatan kepada Dinas Pendidikan agar berupaya, karena sektor pendidikan ini sangat penting. Mereka yang belajar di luar, di mushola, itu tidak pantas. Saat ini pendidikan diumumkan sebagai prioritas oleh Presiden, tetapi kenyataannya di lapangan tidak sesuai dengan harapan,” kata Dadan.

Baca Juga:  Dampak dari Kekeringan, Petani Ciamis Rugi Rp144 M

Dadan menekankan bahwa kondisi tiga ruang kelas tersebut sudah sangat memprihatinkan. Bahkan, bangunan tersebut tidak pernah mengalami perbaikan selama lebih dari 30 tahun.

“Bagian lain juga sebenarnya memerlukan perbaikan. Oleh karena itu, kami mengajukan program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan. Jangan hanya diperbaiki secara sementara, nanti akan runtuh kembali. Kami menginginkan pembangunan yang menyeluruh, seluruh ruang kelas, bukan hanya sebagian saja,” tegasnya.

Sebagai upaya pencegahan terhadap musim hujan dan risiko keruntuhan struktur bangunan, pihak sekolah telah mengalihkan aktivitas pembelajaran ke ruang darurat sejak awal tahun ini. Dadan mengatakan, tindakan tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan siswa.

“Pada awal musim hujan tahun lalu, kita melakukan persiapan. Oleh karena itu, kegiatan belajar dialihkan ke musala karena kita khawatir akan adanya dampak dari curah hujan yang tidak stabil. Jangan sampai anak-anak menjadi korban,” katanya.

Dadan mengatakan, berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari koordinasi dengan kecamatan, UPTD Pendidikan, hingga menyampaikan langsung kepada anggota dewan yang pernah berkunjung ke sekolah.

Baca Juga:  Nasib Moyes Ditentukan dalam Hitungan Jam

“Katanya terdapat dana perubahan, namun kami tetap menginginkan agar program pembaruan dilaksanakan secara menyeluruh,” katanya. 

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.