JABARMEDIA – Minat masyarakat Kabupaten Cirebon dalam mendaftarkan anak-anak mereka ke sekolah rakyat (SR) sangat besar. Bukti nyata, sudah ada 5.000 anak yang terdaftar oleh orang tua mereka sebagai siswa di SR. Angka ini melebihi kapasitas yang tersedia.
“Mencapai 5.000. Jauh melebihi kuota yang ditetapkan pada tahap awal,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon Hafidz Iswahyudi, Rabu 13 Agustus 2025.
Pada tahap awal, menurutnya, kapasitas gedung SR yang akan dimulai pada awal tahun 2026 mendatang, baik untuk jenjang SD maupun SMA, hanya mampu menampung 1.100 siswa.
“Pada tahap awal, alokasi siswa sebanyak 1.100 orang dari SD, SMP hingga SMA. Namun, kami telah mencatat 5.000 calon siswa,” ujar Hafidz.
Ia menyampaikan, setiap rombongan belajar (rombel) akan terdiri dari sekitar 25 siswa. Setiap kelas memiliki lima rombel di gedung SR yang telah memenuhi standar di kementerian.
Karena jumlah pendaftar yang jauh melebihi kuota, menurut Hafidz, Dinas Sosial akan memverifikasi data untuk memastikan keabsahannya.
“Kemudian pendaftaran akan dilakukan lebih mendalam. Akan ada verifikasi lagi,” kata Hafidz.
Ia menyampaikan, pendataan akan lebih dahulu mengutamakan warga yang terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH) serta masyarakat yang termasuk dalam desil paling bawah, yaitu desil satu hingga desil empat.
“Kami akan memberikan prioritas kepada keluarga yang terdaftar dalam PKH. Siswa yang diterima akan disesuaikan dengan kemampuan yang tersedia,” katanya.
Menurut Hafidz, pembangunan gedung SR direncanakan akan dimulai pada awal tahun 2026. Lokasi proyek tersebut ditetapkan di Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber.
“Karena sistemnya asrama, nanti akan tersedia perumahan untuk guru dan pengasuh, serta fasilitas olahraga juga disiapkan,” katanya.







