JABARMEDIA – Salah satu langkah yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuningan berhasil mewujudkan Studio Podcast sebagai media dakwah, berada di gedung baru kantor setempat, Komplek KIC Jl Ir Soekarno.
“Realisasi studio tersebut merupakan upaya untuk memenuhi tuntutan zaman yang semakin modern. Alhamdulillah, berkat komisi IT, MUI Kuningan berhasil mewujudkan Studio Podcast yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh komisi yang ada di MUI dalam menjalankan program organisasi. Baik sebagai media silaturrahim, informasi, dakwah, maupun konsultasi keagamaan dan lainnya,” ujar Ketua MUI Kuningan yang baru, KH Dodo Syarif Hidayatullah, pada Rabu 13 Agustus 2025.
Ditambahkan oleh KH Dodo, kita sekarang berada di era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Berkembangnya Iptek ini patut kita syukuri karena dengan kemajuan teknologi tersebut umat manusia mendapatkan banyak kemudahan dalam memenuhi berbagai kebutuhan kehidupan. Baik untuk saling berinteraksi maupun kebutuhan lainnya. Jika di masa lalu perlu waktu lama jika ingin saling bertemu, kini cukup dengan menekan tombol nomor Hand Phone (HP) bisa berkomunikasi secara langsung.
“Walaupun terpisah oleh ribuan kilometer jarak, bahkan antar negara di dunia; tetapi kini informasi dari mana saja lebih mudah diakses atau menyebar ke seluruh dunia berkat perkembangan teknologi. Peristiwa yang terjadi saat ini di belahan dunia bisa diketahui oleh masyarakat, demikian pula alat transportasi telah mencapai kemajuan yang luar biasa,” ujar KH Dodo.
Sementara dalam kehidupan di masa lalu, selanjutnya, untuk melakukan ibadah haji harus menggunakan kapal laut yang membutuhkan waktu hingga beberapa bulan. Namun kini kita dapat menggunakan pesawat terbang yang hanya memakan waktu sekitar sembilan atau sepuluh jam saja. Itulah sisi baik dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dirasakan selama ini, selain memiliki sisi positif juga terdapat sisi negatifnya.
Sebagai contoh, informasi palsu semakin meningkat dan mudah ditemukan, akibat penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab oleh individu yang tidak baik. Sama halnya dengan tindakan maksiat dan kemunkaran yang juga semakin marak dan merajalela, kebocoran data atau privasi semakin mudah terjadi hingga bisa diketahui oleh umum, serta berbagai sisi negatif lainnya yang tidak kita harapkan.
Oleh karena itu, melihat sisi negatif dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, para ulama sebagai pewaris para nabi (warotsatul anbiya) tidak mungkin berdiam diri tanpa melakukan tindakan demi kebaikan dan perbaikan umat. Terlebih lagi, tugas ulama adalah menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari kemungkaran. Ulama pada masa kini tidak cukup hanya menguasai kitab kuning dan karya-karya para ulama terdahulu yang ditulis dalam bahasa Arab.
Namun, ulama pada masa kini perlu mampu mengenali tren, menganalisis data, serta memahami situasi dan kondisi umat yang cukup mengkhawatirkan akibat sisi negatif dari perkembangan teknologi tersebut. Perkembangan teknologi informasi/komunikasi tidak dapat dihindari, melainkan harus kita manfaatkan dengan cara yang tepat demi kepentingan dan keselamatan umat,” katanya.
Oleh karena itu, para ulama, kiyai, ustadz, ajeng, serta tokoh agama Islam pada masa kini perlu memahami ilmu pengetahuan dan teknologi, karena dakwah yang mereka lakukan harus sesuai dengan perkembangan zaman. Jika tidak, maka dalam waktu singkat dakwah para ulama akan terkikis oleh kemajuan zaman yang berdampak negatif terhadap umat. Jika Nabi Saw dan para sahabatnya masih hidup saat ini, mungkin dalam berdakwah mereka akan menggunakan YouTube, podcast, email, dan media lainnya. “Tayangan perdana yang sempat tayang beberapa waktu lalu, saya berharap Studio Podcast MUI Kabupaten Kuningan lebih berkembang lagi dan menjadi motivasi/dukungan bagi seluruh pengurus MUI di mana pun berada,” tutup KH Dodo.








