JABARMEDIA – Musyawarah Daerah Kelima (MUSDA-V) Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Cirebon diadakan di salah satu hotel di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kota Cirebon, pada Sabtu (9/8/2025).
Sebanyak 28 klub anggota Kosti Cirebon hadir sebagai pemilik hak suara, masing-masing diwakili oleh ketua atau pengurus klub yang membawa surat mandat resmi. Selain itu, turut hadir para aktivis, tokoh tua, tokoh pendiri Kosti, pengurus yang telah berakhir masa jabatannya, serta perwakilan Kosti se-Ciayumajakuning sebagai pengamat.
Ketua Kosti Jawa Barat, H. Fredy Epriliansyah bersama jajaran, Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Cirebon, H. A. Dedi Kenedi, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cirebon yang diwakili oleh Kasi Olahraga, Casudi, hadir dalam kegiatan ini.
Dalam pidatonya, Dedi Kenedi memberikan apresiasi terhadap Kosti Cirebon yang dianggap mampu berdiri sendiri dan menyelenggarakan musyawarah di lokasi yang layak. Menurutnya, Kosti adalah salah satu Induk Organisasi (Inorga) yang menjadi mitra penting KORMI dalam memajukan olahraga masyarakat.
“Saya mengharapkan program yang baik yang telah dilakukan oleh pengurus sebelumnya dapat dilanjutkan dan ditingkatkan,” katanya.
Di sisi lain, perwakilan Dispora Kota Cirebon, Casudi, menyampaikan rasa bangga terhadap kegiatan Kosti yang selalu menarik banyak peserta, bahkan mencapai ribuan orang. Ia menghargai semangat anggota Kosti yang, meskipun sebagian besar berusia lanjut, tetap dalam kondisi sehat, aktif, dan tampil dengan gaya yang menarik sehingga mendapat perhatian masyarakat.
“Kami berharap Kosti mampu memberikan kontribusi di bidang perekonomian dan pariwisata Kota Cirebon, mengingat sepeda onthel memiliki kaitan erat dengan seni, budaya, dan sejarah,” katanya.
Proses musyawarah berlangsung cukup lama. Mayoritas pemilik hak suara tetap menginginkan H. Santo Mulyono kembali memimpin. Namun, H. Santo awalnya menolak secara tegas dan mendorong terjadinya pergantian kepemimpinan. Bahkan, ia sempat mengusulkan beberapa nama calon ketua yang akan dipilih.
Setelah beberapa kali proses negosiasi, demi menjaga kohesi organisasi, akhirnya H. Santo menyerah dan bersedia menerima tanggung jawab tersebut. Ia kemudian terpilih kembali secara bulat untuk memimpin Kosti Cirebon selama empat tahun ke depan.
H. Santo menyatakan bahwa musyawarah daerah ini merupakan tugas AD/ART Kosti, yang menuntut pemilihan pengurus setiap empat tahun sekali. Selain memilih ketua, musyawarah juga membahas rencana kerja dan program utama organisasi hingga tahun 2029. Ia berharap seluruh anggota dan penggemar sepeda kuno dapat tetap menjaga kekompakan, kebersamaan, serta sinergi demi kemajuan Kosti Cirebon.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Saya berharap seluruh komponen bisa saling mendukung dan bekerja sama untuk Kosti Cirebon yang lebih baik,” katanya.








