Kematian Pemandu Lagu Akibat Konsumsi Miras di Karaoke
Seorang pemandu lagu berinisial RA (24) yang berasal dari Indramayu, Jawa Barat, meninggal dunia setelah mengkonsumsi minuman keras di sebuah tempat karaoke. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis 31 Juli 2025, dan menimbulkan duka bagi keluarga serta rekan kerjanya.
RA bekerja sebagai pemandu lagu di salah satu tempat karaoke di wilayah Kecamatan Saradan. Sehari-harinya, ia menjalani pekerjaannya dengan rutin, namun nasib buruk menimpa dirinya pada hari kejadian.
Menurut keterangan rekan korban bernama N, RA terlihat dalam kondisi tidak sehat sebelum kejadian. Ia hanya terbaring dengan tatapan kosong, menunjukkan bahwa kondisinya sangat memprihatinkan.
N menyebutkan bahwa dua hari sebelum kematiannya, RA sempat mengkonsumsi minuman keras. Setelah itu, ia mengalami kejang-kejang dan langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Saat dalam perjalanan menuju puskesmas, RA tidak sadarkan diri. Sesampainya di puskesmas, kondisinya semakin memburuk, sehingga petugas memutuskan untuk merujuknya ke rumah sakit. Namun, nyawa RA tidak dapat diselamatkan.
Proses Penanganan oleh Pihak Berwajib
Pihak kepolisian setempat, yaitu Kapolsek Saradan AKP Koco Widodo, mengonfirmasi kejadian tersebut. Meski begitu, hingga korban dinyatakan meninggal dunia, tidak ada laporan resmi dari warga atau pemilik cafe tempat RA bekerja.
Kapolsek Saradan menjelaskan bahwa anggotanya telah melakukan pengecekan di lokasi kejadian. Menurut informasi yang diperoleh, jenazah RA dibawa ke Puskesmas Wilangan karena tidak mampu menangani kondisi medisnya. Selanjutnya, korban akan dirujuk ke RSUD Caruban, tetapi meninggal di tengah perjalanan.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah RA akhirnya dibawa kembali ke Indramayu untuk dimakamkan. Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang bahaya konsumsi minuman keras secara berlebihan, terutama di tempat-tempat hiburan seperti karaoke.
Dampak dan Pelajaran yang Diperoleh
Kematiannya RA menimbulkan rasa prihatin di kalangan rekan-rekannya dan masyarakat sekitar. Banyak yang menyampaikan belasungkawa dan berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Beberapa pihak juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap konsumsi alkohol, terutama di lingkungan tempat hiburan. Mereka menyarankan adanya edukasi lebih lanjut kepada para pekerja di tempat karaoke maupun pengunjung agar lebih waspada terhadap risiko kesehatan akibat konsumsi miras.
Selain itu, kejadian ini juga memicu diskusi tentang perlunya regulasi yang lebih ketat terkait penyediaan minuman keras di tempat-tempat umum. Beberapa ahli kesehatan merekomendasikan adanya program pencegahan dan edukasi masyarakat mengenai dampak negatif alkohol.
Dengan demikian, kasus kematian RA menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Semoga kejadian ini dapat menjadi awal dari tindakan preventif yang lebih baik di masa depan.








