Psikolog Ungkap Bahaya Motivasi “Semua Bisa Jadi Miliarder dengan Kerja Keras”

by -193 views
by
Psikolog Ungkap Bahaya Motivasi “Semua Bisa Jadi Miliarder dengan Kerja Keras”

Narasi “Semua Orang Bisa Jadi Miliarder Asal Kerja Keras” dan Dampaknya pada Kesehatan Mental

Belakangan ini, narasi tentang keberhasilan yang hanya membutuhkan kerja keras kembali muncul di media sosial. Pesan ini sering disampaikan oleh tokoh publik dan motivator, seolah-olah kesuksesan dan kekayaan bisa diraih hanya dengan kemauan dan usaha pribadi. Namun, narasi tersebut mendapat kritik karena dinilai tidak adil dan tidak menggambarkan realitas kehidupan yang kompleks.

Banyak orang yang sudah bekerja keras tetapi masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Hal ini menimbulkan pertanyaan: Apakah semua orang memiliki peluang yang sama? Bagaimana psikolog melihat narasi ini?

Penjelasan Psikolog Mengenai Narasi Motivasi

Psikolog dan dosen Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Ratna Yunita Setiyani Subardjo, menyatakan bahwa narasi tersebut cenderung tidak adil dan tidak dapat digeneralisir. Ia menjelaskan bahwa tidak semua orang memulai dari titik yang sama dalam hidupnya.

“Ada yang harus bekerja dari pagi hingga malam demi makan hari ini, sementara yang lain bisa fokus membangun aset sejak muda karena kebutuhan primernya sudah tercukupi,” ujar Ratna.

Baca Juga:  Tiga Peristiwa Mencolok di Priangan Timur, Dua Terjadi di Garut

Dalam situasi seperti ini, kerja keras saja belum cukup. Faktor-faktor seperti akses terhadap peluang, kesehatan, pendidikan, dan dukungan sosial juga berpengaruh besar terhadap hasil akhir seseorang.

Narasi ini juga berpotensi memberikan dampak negatif pada kesehatan mental. Beberapa efeknya termasuk:

  • Rasa bersalah dan kegagalan yang tidak adil karena merasa tidak cukup baik atau tidak cukup keras berusaha
  • Kecemasan dan stres karena merasa tidak mampu mencapai tujuan yang dianggap mudah oleh narasi tersebut
  • Penurunan motivasi dan kepercayaan diri karena merasa tidak berhasil meskipun sudah berusaha keras

Selain itu, ratna menyoroti bahwa narasi ini dapat memicu rasa bersalah atau kegagalan pada orang-orang yang berasal dari latar belakang ekonomi yang berbeda. Alasannya, narasi ini mengabaikan faktor struktural seperti akses pendidikan, sumber daya, dan jaringan yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk sukses.

Cara Menyikapi Narasi Motivasi

Jika seseorang mendengar narasi motivasi semacam ini, Ratna menyarankan untuk tetap realistis dan tidak mengabaikan kenyataan. Titik awal setiap orang berbeda, sehingga perlu diakui bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kerja keras.

Baca Juga:  Harga Emas Galeri 24, UBS, dan Antam di Pegadaian, Senin 21 Juli 2025

Beberapa tips yang disarankan Ratna agar seseorang tidak merasa gagal dan tetap realistis antara lain:

  • Mengenali bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kerja keras, tetapi juga oleh faktor-faktor lain seperti kesempatan, akses ke sumber daya, dan dukungan sosial
  • Mengakui bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan, serta bahwa kesuksesan bisa diukur dalam berbagai cara
  • Fokus pada kemajuan dan pencapaian individu, bukan membandingkan diri dengan orang lain
  • Membangun kesadaran bahwa kegagalan dan kesulitan adalah bagian dari proses belajar dan tumbuh, dan bahwa kita dapat belajar dari kesalahan dan pengalaman

Dengan memahami hal ini, seseorang dapat lebih tenang dalam menjalani hidup dan tidak terjebak dalam tekanan dari narasi yang tidak realistis.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.