JABARMEDIA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan tanggapan terhadap tindakan Bupati Indramayu Lucky Hakim yang melepaskan ribuan ular ke persawahan Kabupaten Indramayu. Ular tersebut merupakan jenis Lanang Sapi dan bertujuan untuk mengendalikan hama tikus.
Dedi Mulyadi menyampaikan rasa terima kasih karena Lucky Hakim telah berusaha menyelesaikan masalah para petani.
“Memang aspek yang alami untuk mengatasi tikus adalah ular dan burung hantu, mungkin bisa dikembangkan burung hantu di wilayah bapak selain ular,” ujar Dedi Mulyadi yang diunggah di akun Instagram.@dedimulyadi71, seperti yang terlihat pada Kamis (14/8).
Dedi juga menekankan bahwa penyebaran ular ini memang inovatif. Namun, masyarakat perlu terus diberikan edukasi bahwa ular tersebut tidak beracun seperti ular padi.
Menurutnya, ular sawah telah punah karena diburu oleh warga dan dijual. Akhirnya, tikus berkembang biak secara bebas sehingga situasi menjadi sangat berbahaya.
“Kecoa di persawahan memang mengonsumsi beras, bahkan batang berasnya juga digigit, sehingga lama-kelamaan persawahan akan habis jika jumlahnya sangat banyak,” kata dia.
Di sisi lain, tindakan Lucky Hakim ini menimbulkan pertanyaan dari sejumlah orang, karena khawatir ular-ular tersebut justru akan menyulitkan warga, akibat takut terkena gigitan.
Mengenai hal tersebut, Lucky Hakim menekankan bahwa ular-ular yang dilepaskan ke sawah tersebut aman dan tidak akan mengancam manusia.
Meskipun ular tersebut sampai menggigit seseorang, Lucky memastikan bahwa orang yang terkena gigitan tidak akan mengalami gangguan kesehatan apa pun.
“Ular-ular yang dilepas tidak beracun, dengan ukuran yang tidak akan berkembang menjadi besar seperti ular sanca. Maksimal ukurannya sebesar jari kaki orang dewasa, dengan panjang maksimal 1,5 meter,” kata Lucky Hakim dalam pernyataannya.







