JABARMEDIA – Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Salawana yang berada di Desa Salawana, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka mengalami kerusakan parah. Dari empat ruang kelas yang tersedia, dua di antaranya sudah lama tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) karena roboh.
Karena tidak tersedianya ruang kelas, sebagian kelas harus menggunakan gedung madrasah diniah untuk proses pembelajaran sejak setahun terakhir, yang lokasinya berdekatan.
Nur, salah satu guru dari SDN 2 Salawana mengungkapkan, kondisi sekolah tempat ia mengajar seluruhnya dalam keadaan rusak parah. Dua ruang kelas masih digunakan meskipun sudah hampir roboh. Atap dan plafon telah jatuh. Seluruh kayu sudah lapuk. Pintu dan jendela mulai retak. Dinding dan tembok pada sebagian besar bagian mengelupas hingga batu bata merah terlihat. Beberapa dinding juga mengalami retakan.
“Ruang kelas yang rusak tetap harus digunakan karena tidak ada tempat lain untuk kegiatan belajar mengajar. Sebenarnya ruang kelas ini juga rentan runtuh dan berbahaya bagi siswa jika tiba-tiba roboh,” kata Nur.
Menurutnya, kerusakan pada gedung sekolah telah terjadi selama lebih dari dua tahun. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan yang dilakukan oleh pihak yang berwenang. Sekolah juga telah berupaya menambahkan dinding yang mengelupas agar kerusakan pada dinding tidak semakin membesar.
“Yang menjadi kekhawatiran adalah saat musim hujan disertai angin kencang. Bangunan tiba-tiba roboh,” katanya.
Sementara itu, Winda dan Naila, dua siswa SDN 2 Salawana mengungkapkan rasa iri terhadap kondisi bangunan sekolah lain yang lebih baik, sementara sekolah mereka dalam keadaan rusak parah.
Mereka juga menyampaikan keluhan mengenai tidak adanya kamar mandi di sekolah, sehingga siswa dan guru harus menggunakan fasilitas dari tempat lain saat ingin buang air kecil.
Mereka berharap, bangunan sekolah tersebut segera diperbaiki agar saat proses belajar mengajar berlangsung, mereka merasa aman dan nyaman.







