Menguak Jejak Waktu: Sejarah Tasikmalaya dari Masa ke Masa
JABARMEDIA – Terletak di bagian tenggara Provinsi Jawa Barat, Tasikmalaya adalah sebuah kota dan kabupaten yang kaya akan sejarah, budaya, dan keindahan alam. Dari masa lampau yang diwarnai kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha hingga menjadi pusat industri kerajinan modern, perjalanan Tasikmalaya menorehkan jejak waktu yang menarik untuk diselami.
Masa Prasejarah dan Pengaruh Hindu-Buddha
Bukti keberadaan manusia di Tasikmalaya telah ditemukan sejak masa prasejarah, meskipun belum banyak penelitian mendalam yang dilakukan. Namun, pengaruh kuat kebudayaan Hindu-Buddha sangat terasa dalam cikal bakal wilayah ini. Pada abad ke-7 hingga ke-14, wilayah yang kini dikenal sebagai Tasikmalaya berada di bawah kekuasaan Kerajaan Galuh, salah satu kerajaan besar di Tatar Sunda. Peninggalan seperti situs-situs purbakala dan nama-nama tempat tertentu mengindikasikan jejak peradaban kuno ini.
Setelah keruntuhan Kerajaan Galuh, wilayah ini kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Sunda Pajajaran. Pengaruh Hindu-Buddha secara bertahap memudar seiring masuknya agama Islam.
Kedatangan Islam dan Era Kesultanan
Penyebaran agama Islam di Tasikmalaya diperkirakan dimulai pada abad ke-15 dan ke-16, dibawa oleh para ulama dan pedagang. Salah satu tokoh penting dalam penyebaran Islam di wilayah ini adalah Syekh Abdul Muhyi dari Pamijahan, Tasikmalaya, yang makamnya menjadi salah satu situs ziarah yang banyak dikunjungi.
Pada masa kesultanan, Tasikmalaya berada di bawah pengaruh Kesultanan Cirebon dan kemudian Kesultanan Mataram. Pengaturan wilayah pada masa ini seringkali berfluktuasi tergantung pada kekuatan kerajaan-kerajaan yang berkuasa.
Masa Kolonial Belanda: Perubahan Administrasi dan Perekonomian
Kedatangan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) pada abad ke-17 membawa perubahan signifikan bagi Tasikmalaya. Wilayah ini secara bertahap jatuh ke tangan kekuasaan kolonial Belanda. Pada awalnya, Tasikmalaya masih menjadi bagian dari wilayah Priangan.
Pemerintahan kolonial Belanda kemudian melakukan reorganisasi administrasi. Pada tahun 1832, didirikanlah Kabupaten Sukapura yang berpusat di Manonjaya, yang kemudian pada tahun 1901 dipindahkan ke Tasikmalaya dan namanya diubah menjadi Kabupaten Tasikmalaya. Nama “Tasikmalaya” sendiri dipercaya berasal dari kata “tasik” (danau/laut) dan “malaya” (berhamburan/terpisah), merujuk pada kondisi geografis atau peristiwa tertentu di masa lalu.
Pada masa ini, Tasikmalaya mulai berkembang sebagai pusat perkebunan, terutama teh dan kopi, yang menjadi komoditas penting bagi ekonomi kolonial. Infrastruktur seperti jalan dan jalur kereta api dibangun untuk mendukung aktivitas perekonomian ini.
Perjuangan Kemerdekaan dan Pembentukan Kota
Pada masa penjajahan Jepang (1942-1945) dan periode setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, Tasikmalaya juga menjadi saksi bisu perjuangan rakyat. Berbagai perlawanan lokal terhadap penjajah terjadi di wilayah ini.
Setelah kemerdekaan, Tasikmalaya terus berkembang. Pada tanggal 21 Juni 1947, Tasikmalaya secara resmi menjadi Kota Administratif Tasikmalaya. Perkembangan ini terus berlanjut hingga akhirnya pada tanggal 17 Oktober 2001, Kota Tasikmalaya resmi menjadi Kota Otonom, terpisah dari Kabupaten Tasikmalaya.
Tasikmalaya Kini: Pusat Perdagangan, Kerajinan, dan Pariwisata
Saat ini, Tasikmalaya dikenal sebagai salah satu kota dan kabupaten yang maju di Jawa Barat. Kota Tasikmalaya menjadi pusat perdagangan, pendidikan, dan jasa di wilayah Priangan Timur. Sementara itu, Kabupaten Tasikmalaya tetap mempertahankan sektor pertaniannya yang kuat, serta potensi pariwisata alam dan budaya.
Tasikmalaya juga terkenal sebagai Kota Bordir dan Kota Santri. Industri kerajinan bordir, anyaman mendong, dan payung geulis telah menjadi ciri khas dan identitas ekonomi masyarakatnya. Selain itu, banyaknya pesantren dan lembaga pendidikan agama Islam menjadikan Tasikmalaya sebagai pusat keagamaan yang penting.
Keindahan alamnya, seperti pegunungan, danau, dan curug, juga menjadikan Tasikmalaya destinasi menarik bagi wisatawan. Perjalanan panjang dari masa kerajaan hingga era modern telah membentuk Tasikmalaya menjadi wilayah yang unik dan beragam. Dengan masyarakat yang menjaga tradisi sekaligus terbuka terhadap kemajuan.








