Sensasi Naik Bus Listrik AKAP Sumber Alam-Kalista Bekasi-Yogyakarta

by -196 views
by
Sensasi Naik Bus Listrik AKAP Sumber Alam-Kalista Bekasi-Yogyakarta

JABARMEDIA – Perusahaan mobilitas Kalista bekerja sama dengan PT Sumber Alam Ekspres (PO Sumber Alam) dalam mengoperasikan satu unit bus listrik yang berjalan sebagai bus AKAP (antarkota antarprovinsi) rutin dengan rute Bekasi-Yogyakarta.

Kolaborasi ini berlangsung selama sebulan. Rute Bekasi-Yogyakarta memiliki jarak rata-rata 541 km per perjalanan.

Tribunnews berkesempatan mengikuti perjalanan bus AKAP listrik ini dari Bekasi ke Yogyakarta pada hari Kamis, 14 Agustus 2025.

Titik keberangkatan kami berada di pool PO Sumber Alam di Pondok Ungu, Kota Bekasi. Kalista mengatakan, penggunaan bus listrik untuk armada AKAP ini mampu menurunkan emisi gas buang sebesar 28 persen dibandingkan dengan bus konvensional.

“Perjalanan AKAP ini terbukti mengurangi emisi sebesar 28 persen dan menghemat biaya perjalanan hingga 54 persen,” ujar Rono Purnomo, General Manager BD & Commercial Kalista Rono Purnomo Yunarto.

Bus listrik yang dioperasikan menggunakan merek Higer dengan tipe Higer Coach 12 M. Perjalanan dari Bekasi ke Yogyakarta biasanya memakan waktu sekitar 12 jam dengan dua kali pengisian baterai.

Baca Juga:  Ratusan Kios di Jalur Subang-Bandung Ditertibkan, Pedagang Dapat Relokasi dan Bantuan Uang

Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya satu kali adalah 45 menit.

Pengisian daya listrik yang pertama dilakukan di Jalan Raya Cikamurang, Indramayu, Jawa Barat. Pada saat pengisian pertama, tingkat baterai tersisa sebesar 20 persen, lalu diisi hingga mencapai 100 persen.

Pengisian daya yang kedua dilakukan di Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah.

Perjalanan mencoba bus listrik ini sedikit berbeda dibandingkan naik bus antarkota yang menggunakan mesin diesel seperti yang sering kita temui.

Yang paling terasa adalah ketenangan di dalam kabin karena tidak ada suara mesin yang berbunyi, kabin bus benar-benar hening. Selain itu, suspensi bus ini juga terasa sangat nyaman, tidak terasa ada getaran.

Pengujian bus listrik pada rute AKAP ini memberi kesempatan kepada perusahaan operator bus AKAP lain untuk mulai mempertimbangkan penggunaan bus listrik di rute AKAP.

Albert Aulia Ilyas, Direktur Utama Kalista sebelumnya menyampaikan bahwa uji coba bersama PO Sumber Alam bertujuan untuk memahami secara langsung sejauh mana tantangan yang dihadapi saat mengoperasikan bus listrik ini.

Baca Juga:  Dinas Perdagangan Sukabumi Jamin Tidak Ada Beras Palsu di Pasar Tradisional dan Modern

“Jika membicarakan tantangan, justru di sanalah kami merasa mampu menguji kemampuan sistem kami, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan,” katanya.

Pada pernyataan sebelumnya, Kalista menyebutkan bahwa data operasional menunjukkan efisiensi energi sebesar 0.63 kWh/km, serta pengurangan biaya operasional hingga 54 persen dibandingkan bus bertenaga diesel. Emisi juga mengalami penurunan sebesar 28 persen.

Menurut Albert, fitur pengereman regeneratif pada bus ini berfungsi dengan baik di jalur-jalur yang menurun seperti di Ajibarang. “Hal-hal semacam ini sulit dibuktikan hanya melalui simulasi, harus diuji langsung di lapangan,” ujar Albert.

“Tidak hanya menyediakan kendaraannya, tetapi juga seluruh ekosistem pendukungnya, mulai dari infrastruktur, sumber daya manusia, sistem pemantauan, hingga respons terhadap kemungkinan kendala di lapangan,” ujar Albert Aulia Ilyas.

Dalam kerja sama ini, Kalista memberikan unit bus listrik beserta dukungan teknisnya secara gratis kepada PO Sumber Alam. Sementara itu, Sumber Alam berperan sebagai perusahaan operator.

Kolaborasi ini berlangsung selama sebulan dan bagi Kalista menjadi kesempatan untuk meningkatkan keyakinan masyarakat terhadap kendaraan listrik, khususnya di segmen bus AKAP yang sebelumnya masih skeptis terhadap kinerja EV dalam penggunaan sebagai transportasi antarkota jarak jauh.

Baca Juga:  Cara cek bantuan PKH bulan ini untuk warga Pangandaran

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.