Sisi Menarik Persib Bandung vs Manila Digger: Banyak Peluang Tak Jadi Gol, Bojan Soroti Ini

by -136 views
by
Sisi Menarik Persib Bandung vs Manila Digger: Banyak Peluang Tak Jadi Gol, Bojan Soroti Ini

JABARMEDIA – Terdapat sisi menarik yang terjadi dalam pertandingan penentuan Persib Bandung melawan Manila Digger demi memastikan tiket ke babak grup AFC Champions League Two (ACL 2) semalam.

Laga yang berlangsung di Stadion GBLA (Gelora Bandung Lautan Api), Kota Bandung, Jawa Barat, pada malam Rabu (13/8/2025) berakhir dengan skor 2-1 menguntungkan Persib Bandung.

Dengan hasil tersebut, Manila Digger tersingkir dan akan berlaga di kompetisi yang lebih rendah dibandingkan AFC Challenge League, bersama Dewa United, juara kedua Liga 1 Indonesia.

Pada pertandingan tersebut, tim Persib Bandung tampak memiliki banyak kesempatan untuk mencetak gol yang akhirnya tidak berujung pada gol.

Di antaranya kesempatan yang dimiliki Uilliam Barros dan Febri Hariyadi, namun kesempatan tersebut tidak berubah menjadi gol yang memperkuat keunggulan.

Dua gol yang dicetak oleh Persib Bandung, pertama terjadi karena keberuntungan tendangan Lucho pada menit 38′, yang mengarah ke sisi kanan gawang yang dijaga Michael Asong. Namun upaya penyelamatan Asong justru memantul masuk ke dalam gawang, sehingga tercipta gol.

Selanjutnya, gol kedua tercipta pada menit ke-72 melalui tendangan Uilliam Barros setelah menerima umpan dari Beckham Putra.

Awalnya Persib sering dihadang oleh lawan, namun peluang pertama tercipta pada menit ke-23 setelah serangan mereka terhenti dan hanya menghasilkan tendangan sudut. Peluang tersebut diperoleh Patricio Matricardi, yang memanfaatkan umpan dari tendangan sudut, tetapi sayang bola yang dipukulnya masih bisa dihalau oleh pemain Manila.

Tidak hanya itu, pada menit ke-32 Uilliam mendapatkan kesempatan, ia menguasai bola di depan gawang, sayangnya tidak mampu melepaskan tendangan dan memanfaatkan peluang tersebut.

Akhirnya Persib berhasil mencetak gol ke gawang yang dijaga Michael Asong, pada menit ke-38, dan skor berubah menjadi 1-0.

Baca Juga:  Tak Perlu Ke Spanyol, Nikmati Cheesecake Basque Buatan Sendiri Ala Chef Devina

Gol tercipta berawal dari tendangan sudut yang dilakukan Lucho pada menit ke-38, ia hanya memberikan umpan pendek kepada Beckham yang sedang mendekatinya. Beckham kemudian mengembalikan bola kepada Lucho, yang segera melepaskan tembakan dan bola menuju sisi kanan gawang yang dijaga oleh Michael Asong.

Pemain yang berusaha menghalangi bola berhasil menjaga gawangnya, namun akhirnya terjadi pergulatan dan bola masuk ke gawang, sehingga skor berubah menjadi 1-0.

Manila Digger yang tertinggal gol, terus berupaya untuk menyamakan kedudukan, pada akhir babak pertama mendapatkan kesempatan namun tidak berbuah gol. Hingga babak pertama selesai, skor tetap 1-0.

Pada babak kedua, Persib langsung tampil agresif dan berusaha melewati tekanan pemain Manila Digger. Setelah unggul satu gol, Persib tidak mengurangi intensitas serangan mereka.

Ancaman demi ancaman terus dilakukan, pada menit ke-64 dimulai dari kesempatan yang diperoleh Uilliam Barros di depan gawang yang dikawal Asong, namun bola lepas dan kembali dikuasai Febri, tetapi tendangannya masih tertahan, bola kembali dikuasai Beckham, namun tembakannya belum mampu memasuki gawang Manila Digger.

Sayangnya, hanya berselang satu menit, saat Manila Digger mendapatkan tendangan bebas yang tidak terlalu jauh dari kotak penalti, Persib kecolongan. Awalnya bola dari tendangan bebas bisa dihalau, namun bola yang dilemparkan jatuh di kaki pemain nomor 5, dan ia melepaskan tembakan hingga gawang yang dikawal Teja kemasukan.

Akhirnya angka berubah, dan Manila Digger mampu menyamakan skor menjadi 1-1.

William Baros yang telah memiliki kesempatan beberapa kali sejak awal pertandingan, akhirnya berhasil mencetak gol ke gawang Manilla Digger.

Gol tercipta pada menit ke-72, Barros melepaskan diri dari pengawasan pemain belakang Manila Digger, berhasil memanfaatkan umpan dari Beckham, sehingga ia berhadapan langsung dengan kiper Manila Digge, Asong. Ia langsung melepaskan tendangan dan Asong tidak mampu menghalangi bola, akhirnya gawangnya kemas dan skor menjadi 2-1.

Baca Juga:  Daftar Korban Kecelakaan di Selaawi Sumedang: Satu Orang Masih Dirawat di IGD

Pada menit ke-75, Persib melakukan pergantian pemain dengan mengganti Kakang Rudianto, William Marcilio, dan Beckham dengan Rezaldi Hahenusa, Adam Alis, serta Saddil Ramdani.

Bersama pemain-pemain baru yang bergabung, Persib kembali memperkuat serangannya, hingga menit ke-88 kembali mendapatkan kesempatan.

Sayangnya, kesempatan yang diperoleh Lucho setelah menerima umpan dari Febri Hariyadi belum berhasil memasukkan bola ke gawang Asong. Sepakannya masih sedikit meleset di samping tiang gawang yang dijaga oleh Asong.

Dua menit kemudian, Barros kembali memperoleh kesempatan, hampir saja mencetak gol tambahan, namun sayang bola yang dipukulnya dari umpan Saddil masih bisa diatasi oleh Asong.

Sebelum wasit meniup peluit akhir pertandingan, Manila Digger hampir saja mencetak gol penyama. Mereka kembali memanfaatkan tendangan bebas, dengan Saikou Ceesay yang memanfaatkan umpan dari tendangan bebas tersebut, mampu mengalahkan lawan dalam duel udara, namun bola yang disundulnya masih jauh di atas mistar gawang yang dijaga oleh Teja.

Dengan hasil tersebut, Persib telah memastikan diri melaju ke fase grup AFC Champions League Two, sementara Manila Digger tersingkir dan akan berlaga di AFC Challenge League bersama runner-up Liga 1 Indonesia, Dewa United.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengatakan pertandingan itu berat, meskipun akhirnya tim bawahannya berhasil meraih kemenangan.

“Pertandingan yang berat, kalian bisa melihat bahwa kami belum siap untuk tampil setiap 4-5 hari. Ini adalah pertandingan ketiga dalam sebelas hari dan tadi terlihat permainan berjalan dengan sulit,” kata Bojan, setelah pertandingan.

Bojan menyampaikan, pada babak kedua secara fisik timnya belum mencapai kondisi yang optimal.

Baca Juga:  SIM Keliling Kota Bekasi, 28 Juli 2025, Persyaratan Lengkap

“Sebelum pertandingan, pernah menyampaikan bahwa masalah terbesar adalah lapangan. Pada akhirnya kalian bisa melihat bahwa hal itu menjadi masalah terbesar,” kata Bojan.

Menurut Bojan, lini belakang dan lini tengah timnya sudah dalam kondisi yang baik.

“Tetapi dalam serangan, umpan terakhir mereka belum memadai. Kami belum cukup akurat,” katanya.

Ketika William Marcilio sering mengalami kesulitan menghadapi tim yang bermain agresif dan menjaganya dengan ketat, Bojan mengatakan hal itu wajar karena lawan selalu menjaganya dengan ketat.

“Tetapi satu-satunya kendala adalah dalam dua pertandingan terakhir ia (Marcilio) sedikit mengalami gangguan (cedera), dan itu sebabnya ia tidak berada dalam kondisi terbaiknya,” katanya.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai Uilliam Barros yang mendapat beberapa kesempatan, namun hanya satu yang berhasil diubah menjadi gol, Bojan kembali membahas soal lapangan.

“Sudah dijelaskan sebelumnya mengenai lapangan yang kondisinya sangat buruk. Saya tidak tahu bagaimana menerangkannya, untuk peluang pertama, lihat pantulan bola, itu tidak bisa disalahkan kepada pemain. Kami juga menghadapi kendala dalam umpan terakhir karena lapangan,” katanya.

Namun, Bojan mengakui cukup puas dengan kinerja pemain asingnya, menurutnya jika dilihat 2-3 pemain bertahan terbaik, tidak ada masalah.

“Lucho bermain dengan baik, Berguinho dan Wiliam Marcilio juga cukup bagus tetapi mereka sedikit mengalami cedera dan belum mencapai kondisi terbaik,” katanya.

Namun menurut Bojan, Wiliam Marcilio di babak kedua tampil lebih baik, ia hanya perlu lebih berkoordinasi dengan rekan-rekannya.

“Barros juga mencetak gol, dalam dua pertandingan, dua gol. Hal ini penting bagi seorang penyerang dan saya tidak peduli selama dia mampu mencetak gol,” katanya. (*)

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.