JABARMEDIA – Tasikmalaya memiliki beberapa situs bersejarah dan budaya yang menarik untuk dikunjungi, yang mencerminkan kekayaan masa lalunya. Berikut adalah beberapa di antaranya:
Situs Bersejarah dan Budaya di Tasikmalaya
1. Makam Syekh Abdul Muhyi (Pamijahan)
Terletak di Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Makam Syekh Abdul Muhyi adalah salah satu situs ziarah yang paling penting di Tasikmalaya, bahkan di Jawa Barat. Syekh Abdul Muhyi adalah seorang ulama besar penyebar agama Islam pada abad ke-17 yang juga merupakan salah satu murid Sunan Kudus. Kompleks makam ini sering dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah, terutama pada bulan-bulan tertentu dalam kalender Islam. Selain makam, di area ini juga terdapat goa-goa yang konon digunakan oleh Syekh Abdul Muhyi untuk berdakwah dan bersembunyi.
2. Situ Sanghyang
Situ Sanghyang adalah sebuah danau alam yang terletak di Kecamatan Cisayong. Selain keindahan alamnya, situ ini juga memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat. Konon, Situ Sanghyang adalah tempat bertapa Prabu Siliwangi, raja dari Kerajaan Pajajaran. Di sekitar danau ini sering ditemukan arca-arca dan peninggalan kuno yang dipercaya berhubungan dengan masa lalu Hindu-Buddha di wilayah tersebut. Tempat ini sering dijadikan lokasi upacara adat atau kegiatan spiritual oleh masyarakat setempat.
3. Situs Mandala
Berada di Desa Cimalaya, Kecamatan Cikalong, Situs Mandala adalah salah satu situs arkeologi yang penting. Situs ini diyakini merupakan peninggalan dari masa Kerajaan Galuh atau Sunda Kuno. Ditemukan berbagai artefak seperti menhir, dolmen, dan batu dakon yang menunjukkan keberadaan peradaban prasejarah dan awal sejarah di Tasikmalaya. Situs ini memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat Sunda kuno dan sistem kepercayaan mereka.
4. Kampung Naga
Meskipun bukan situs “bersejarah” dalam artian reruntuhan kuno, Kampung Naga adalah sebuah kampung adat yang sangat kaya akan nilai budaya dan sejarah lisan. Terletak di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, kampung ini mempertahankan tradisi leluhur secara ketat, menolak modernisasi, dan hidup berdampingan dengan alam. Rumah-rumah tradisional, pola hidup masyarakat yang sederhana, serta adat istiadat yang dijaga turun-temurun menjadikan Kampung Naga sebagai cerminan kehidupan Sunda di masa lalu yang masih lestari hingga kini. Pengunjung harus menuruni ratusan anak tangga untuk mencapai kampung ini.
5. Gedung Negara (Pendopo Kabupaten Tasikmalaya)
Sebagai salah satu bangunan peninggalan masa kolonial Belanda, Gedung Negara yang kini berfungsi sebagai Pendopo Kabupaten Tasikmalaya memiliki nilai sejarah arsitektur dan pemerintahan. Bangunan ini menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting dalam sejarah administrasi Tasikmalaya, dari masa kolonial hingga era kemerdekaan. Meskipun fungsinya sebagai kantor pemerintahan, arsitekturnya yang klasik sering menjadi daya tarik tersendiri.
6. Masjid Agung Tasikmalaya
Berdiri megah di pusat kota, Masjid Agung Tasikmalaya bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tetapi juga menjadi salah satu ikon kota. Meskipun bangunannya telah mengalami beberapa kali renovasi dan modernisasi, keberadaan masjid di lokasi ini sudah ada sejak lama, seiring dengan perkembangan kota sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial. Masjid ini menjadi simbol spiritualitas dan perkembangan Islam di Tasikmalaya.
Situs-situs ini menawarkan wawasan unik tentang lapisan-lapisan sejarah dan budaya yang membentuk Tasikmalaya hari ini, dari kepercayaan kuno hingga tradisi yang masih hidup.








