Tiga Pelaku Edit Foto Syur AI Siswi Cirebon Mundur dari Sekolah, Kenal Sejak SMP

by -193 views
by

JABARMEDIA – Kasus foto seorang siswi SMA di Cirebon yang diedit dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) sehingga terlihat telanjang terus mendapat perhatian masyarakat.

Setelah video yang berisi ratusan foto hasil manipulasi menyebar di WhatsApp, kini keluarga tiga tersangka pelaku memastikan anak mereka memutuskan untuk mundur dari sekolah.

Kejelasan tersebut disampaikan oleh kuasa hukum dua tersangka yang bernama inisial I dan A, yaitu Angga, dalam konferensi pers di sebuah kafe di kawasan Pekalangan, Kota Cirebon, pada Senin (25/8/2025) malam.

“Untuk ketiga tersangka pelaku ini, kami pastikan mengundurkan diri, tidak ada yang dikeluarkan. Ketiganya semua mengundurkan diri,” kata Angga.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah keluarga menyadari kesalahan yang dilakukan anak-anak mereka dan memutuskan untuk mengeluarkan anak-anak tersebut dari sekolah.

Jika klien kami I dan A bersekolah di tempat yang sama, sedangkan klien rekan saya Gusti, yaitu V, berbeda sekolah.

“Semua mundur setelah kami menyadari kesalahan mereka. Keluarga kemudian mengambil keputusan untuk mengambil anaknya,” katanya.

Angga menekankan, terdapat banyak informasi yang tidak jelas dan berbeda-beda beredar di kalangan masyarakat mengenai jumlah foto yang beredar.

Baca Juga:  Akibat Mobil Putar Balik Tiba-tiba, Kecelakaan Beruntun Terjadi di Puncak

Ia menolak pandangan bahwa terdapat ratusan foto korban yang diubah.

Benar, jumlah foto dari klien kami hanya berkisar antara 23 hingga 25.

“Dari jumlah tersebut, hanya lima yang terlihat menonjol. Sisanya masih tertutup. Dari lima foto tersebut, masing-masing berbeda, artinya satu korban satu foto,” katanya.

Ia menuturkan, korban dan pelaku sebenarnya memiliki hubungan persahabatan yang sudah lama terjalin.

Korban dan pelaku adalah teman sekelas SMP. Setelah masuk SMA, mereka terpisah.

“Foto yang digunakan diambil pada masa peralihan dari SMP ke SMA, sekitar Maret hingga Mei,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, keluarga juga menyampaikan permintaan maaf.

Selain permintaan maaf, kami perwakilan dari keluarga tersangka pelaku juga merasa khawatir jika kasus ini digunakan oleh pihak tertentu.

“Kami juga siap menerima konsekuensi, baik yang bersifat materiil maupun sosial, yang hingga kini telah sangat berat bagi keluarga kami,” ujarnya.

Ia berharap para korban serta keluarga dapat membuka pintu pengampunan dan menyelesaikan masalah ini melalui jalur keluarga.

Baca Juga:  Persib Bandung Kecewa, Bintang EPL Pilih Berlabuh di Australia

“Permintaan maaf tetap akan kami lakukan. Tindakan ini kami lakukan untuk membuka kesempatan dari para korban,” katanya.

Di sisi lain, suasana pertemuan yang diadakan di Jalan dr Wahidin, Kota Cirebon, pada siang hari, antara orang tua korban dan pelaku serta didampingi oleh kuasa hukum mereka, berlangsung penuh emosi.

Seorang ibu yang menjadi korban tidak mampu menahan air mata saat menyampaikan perasaannya di depan semua pihak.

“Anak kami memiliki masa depan. Kami sangat tidak terima jika putrinya dijadikan objek foto yang tidak senonoh. Meskipun bukan tubuh anak kami, wajahnya adalah wajah anak-anak kami,” katanya dengan suara yang bergetar.

Penasehat hukum korban, Sharmila, juga menyatakan bahwa kasus ini melibatkan beberapa pihak.

“Yang melakukan pengeditan memang hanya satu orang, tetapi ada yang menyediakan foto dan ada pula yang ikut menyebarkan. Jadi tidak sendirian,” jelas Sharmila.

Di sisi lain, pengacara korban lainnya, Reza, menekankan pentingnya penanganan kasus ini secara hukum.

“Jangan sampai dilewatkan begitu saja. Ada Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak yang dapat menjerat pelaku. Kita semua berharap para korban mendapatkan keadilan,” ujar Reza.

Baca Juga:  Pelaku pembunuhan berencana terhadap ibu muda diringkus Polresta Bandung

Seperti yang diketahui, perkara ini melibatkan tiga tersangka dengan inisial V, I, dan A, yang saat ini masih menjadi siswa di dua sekolah terkemuka di Cirebon.

Mereka telah diperiksa oleh penyidik Polres Cirebon Kota bersama orang tua masing-masing pada hari Sabtu (23/8/2025).

Tidak lama setelah itu, sejumlah korban yang jumlahnya diperkirakan puluhan menjalani pemeriksaan.

Informasi terkini mengungkapkan, selain beredar di WhatsApp, gambar-gambar hasil manipulasi AI tersebut juga pernah dijual melalui aplikasi Telegram.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.