Tumpukan Sampah Picu Banjir di Kampung Ciseureuh Sukabumi

by -119 views
by
Tumpukan Sampah Picu Banjir di Kampung Ciseureuh Sukabumi

JABARMEDIA – Sekitar 21 keluarga yang tinggal di 18 rumah di Kampung Ciseureuh RT 01/01 Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, harus meninggalkan tempat tinggalnya akibat banjir pada malam Sabtu (9/8/2025). Banjir terjadi setelah kota Sukabumi diguyur hujan lebat sejak sore hari.

Berdasarkan data sementara yang dikumpulkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, dari 21 keluarga yang terkena dampak, delapan balita dan empat orang tua lanjut usia (lansia) harus dievakuasi. Ketinggian air diperkirakan mencapai 60 hingga 100 sentimeter.

Anggota Satgas PB BPBD Kota Sukabumi, Sam’an Holoman Lubis, saat diwawancarai di lokasi menyampaikan bahwa petugas piket menerima laporan banjir sekitar pukul 19.00 WIB dan langsung berangkat ke tempat kejadian. Dalam kondisi hujan deras dan banjir, lanjut Sam’an, petugas melakukan evakuasi tiga anak yang sempat terjebak di tengah genangan air.

“Tiga anak yang sempat terjebak dan kami evakuasi. Kami juga diberi bantuan oleh warga dalam membersihkan tumpukan sampah agar banjir segera berkurang. Hingga malam Sabtu, air mulai surut. Pada pagi hari Minggu, petugas bersama masyarakat melakukan pembersihan sisa-sisa material sampah dan lumpur yang dibawa oleh banjir,” ujar Sam’an.

Baca Juga:  5 Orang Tertikam, Pelaku Lari Saat Kejadian

“Untuk menjaga keselamatan, balita dan lansia yang terkena dampak bencana dievakuasi ke aula kelurahan sebagai tempat penampungan sementara. Masyarakat lainnya memutuskan untuk berpindah ke rumah kerabat atau tetangga yang tidak terkena dampak. Tidak ada bangunan yang roboh. Namun, beberapa rumah memang terendam lumpur,” kata Sam’an.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Novian Rahmat Taufik menyatakan, banjir diperkirakan disebabkan oleh seorang warga yang membuang batang pohon dan potongan bambu ke Sungai Ciseureuh, sehingga menyebabkan hambatan aliran air. Novian juga mengajak aparat setempat untuk memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang membuang sampah ke sungai.

“Limbah menyebabkan saluran air tersumbat akibat oknum warga yang tidak bertanggung jawab membuang batang pohon dan sampah lainnya ke Sungai Ciseureuh, sehingga terjadi banjir. Semoga ini menjadi pelajaran agar tidak ada lagi warga yang membuang sampah ke sungai,” kata Novian.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana ikut mengunjungi lokasi yang terdampak banjir pada hari Minggu (10/8/2025) guna memastikan proses penanganan darurat berlangsung cepat. Bobby menyampaikan bahwa pemerintah melalui BPBD telah segera bertindak sejak malam kejadian, dengan bantuan Dinas Sosial dan komunitas setempat.

Baca Juga:  Imbas Kenaikan BBM, Wagub Jabar Akan Berdialog dengan Pelaku Usaha

“BPBD sangat cepat merespons dan luar biasa, dibantu oleh Dinas Sosial, yang hadir di sini untuk memberikan bantuan. Bantuan yang diberikan meliputi tempat tidur, selimut, beras, bahan makanan, serta perlengkapan khusus untuk balita. Pembersihan sudah dimulai di setiap rumah warga yang terdampak, termasuk penyemprotan dan pembersihan lumpur hasil banjir,” ujar Bobby.

Sumber dari banjir adalah penumpukan sampah

Bobby menyampaikan bahwa salah satu penyebab banjir di lokasi ini adalah penumpukan sampah di hulu sungai. Menurutnya, sampah yang menumpuk di area dapur bambu, potongan kayu, plastik, serta berbagai jenis limbah lainnya menghambat aliran air. Bobby menjelaskan, titik banjir di Ciseureuh merupakan yang paling parah dibandingkan tempat lain. Meskipun begitu, kejadian ini baru terjadi pertama kalinya dengan intensitas sebesar ini di kawasan tersebut.

“Inilah yang selama ini kita khawatirkan, mengingat imbauan dari Pak Menteri Lingkungan Hidup, sampah menjadi fokus utama penanganan negara bersama seluruh kepala daerah. Kita semua nanti akan menyusun kebijakan agar masyarakat dapat mengelola sampah dari rumah tangganya terlebih dahulu. Kejadian semacam ini bukan hanya menumpuk di TPA, tetapi juga bisa menjadi bencana yang mungkin terjadi di luar kemampuan kita semua,” ujarnya.

Baca Juga:  Telur Balado Padang: Sensasi Pedas Yang Menggugah Selera, Warisan Kuliner Sumatera Barat

Bobby berpendapat bahwa hal yang paling utama adalah menciptakan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Sebagai langkah pencegahan, menurut Bobby, pemerintah akan mengeluarkan himbauan kepada masyarakat melalui surat edaran maupun video agar lebih mudah dipahami. Ia juga memberikan perintah untuk membuat lubang biopori, meminta para pengusaha menyediakan tempat sampah di depan toko masing-masing, serta meningkatkan pengelolaan sampah di TPA Cikundul bekerja sama dengan Kabupaten Sukabumi.

“Jika sampah dibuang seenaknya, lama-kelamaan akan menumpuk di sungai dan menyebabkan banjir. Oleh karena itu diperlukan kesadaran bersama, kerja sama, serta menjaga kebersihan lingkungan agar bencana serupa tidak terjadi kembali di masa depan,” tutur Bobby. (Herlan Heryadie)*

Caption: Sekitar 21 keluarga yang tinggal di 18 rumah di Kampung Ciseureuh RT 01/01 Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, harus meninggalkan tempat tinggalnya karena banjir terjadi pada malam Sabtu (9/8/2025).

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.