JABARMEDIA – Warga sekitar Bendungan Leuwikeris, Kabupaten Ciamis, hingga kini masih hanya menjadi pengamat. Mereka berharap kehadiran bangunan yang diresmikan oleh Presiden Jokowi Widodo pada 29 Agustus 2024 tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan.
Melanjutkan keluhan masyarakat sekitar bendungan, khususnya warga Desa Handapehrang, Kecamatan Cijeungjing, Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis mengunjungi beberapa lokasi yang memiliki potensi dalam pengembangan pariwisata.
Sejauh ini, wilayah tersebut terkenal sebagai destinasi wisata, yaitu Manohara di Dusun Guha. Lokasi ini paling dekat dengan bendungan yang menghalangi aliran Sungai Citanduy. Berikutnya adalah Raden Patih dan Sayang Kaak di Dusun Cikatomas.
Rombongan dipimpin oleh Ketua Komisi B DPRD Ciamis, Awan Setiawan bersama empat anggota. Terlihat mendampingi Camat Cijeungjing, Iyus Sunardi, serta pejabat dari Dinas Pariwisata, Bapenda (Badan Pendapatan Daerah), dan Dinas Peternakan serta Perikanan.
“Kami mengadakan kunjungan ini sebagai tanggapan atas keluhan warga sekitar Bendungan Leuwikeris. Khususnya terkait pemanfaatan potensi yang dikembangkan di lokasi tersebut,” ujar Awan, Senin 25 Agustus 2025.
Sampai saat ini, menurutnya, masyarakat di sekitar bendungan lebih banyak berperan sebagai pengamat. Mereka belum memperoleh manfaat dari potensi yang tersedia. Padahal, sejak peresmian, masyarakat berharap bisa ikut serta dalam proses tersebut.
Berdasarkan hasil pengamatan lapangan ini, kami akan melanjutkan kunjungan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy di Kota Banjar. Kami berharap dapat melakukan diskusi dan berdialog secara luas, termasuk membahas mengenai regulasi pemanfaatan.
Awan menambahkan, masyarakat berharap bisa meningkatkan penghasilan atau pendapatan mereka setelah bendungan tersebut selesai dibangun. Oleh karena itu, pihaknya berharap BBWS Citanduy selaku pengelola bendungan memberikan tanggapan terhadap keinginan warga tersebut.
“BBWS Citanduy tentu sudah memiliki perencanaan, konsep mengenai pemanfaatan lahan di sekitar bendungan,” kata Awan.








