Cinta Kasih Sarah Tsunami, Eka Apresiasi RS Cicendo yang Bantu Penyembuhan dan Siap Berkontribusi di Pangandaran

by -221 views
by
Cinta Kasih Sarah Tsunami, Eka Apresiasi RS Cicendo yang Bantu Penyembuhan dan Siap Berkontribusi di Pangandaran

JABARMEDIA – Tokoh dari Jawa Barat, Eka Santosa, yang selama ini mendampingi Sarah Tsunami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dari RS Cicendo dalam proses pemulihan kesehatan Sarah Tsunami. Sarah Tsunami adalah seorang remaja berusia 19 tahun yang ceria dan tangguh meskipun dua puluh tahun lalu, Pangandaran pernah dilanda bencana besar.

Tsunami dengan ketinggian lebih dari sepuluh meter menghancurkan pantai selatan Jawa Barat pada 17 Juli 2006. Dari reruntuhan bencana tersebut, masyarakat mengenal sosok seorang bayi kecil yang selamat secara ajaib yang kini dikenal sebagai Sarah Tsunami.

Eka menyampaikan, selama masa pemulihan mata Sarah, Rumah Sakit Cicendo senantiasa memberikan perawatan terbaik. Mulai dari usia anak-anak Sarah hingga ia memasuki masa remaja.

Selain faktor genetik dari ibunya yang memiliki keterbatasan penglihatan, pasir akibat Tsunami juga memengaruhi mata Sarah. Namun, seiring berjalannya waktu dengan penanganan yang baik dari RS Cicendo, penglihatan Sarah mulai pulih.

“Tentu saya menghargai RS Cicendo yang memberikan perawatan khusus kepada Sarah Tsunami. Mulai dari pemberian alat bantu hingga pemasangan lensa mata untuk Sarah,” kata Eka menambahkan.

Baca Juga:  Harapan Besar Wamendikdasmen Atip di LKS Nasional 2025 Depok

Eka mengungkapkan, dari respons tersebut pihaknya kemudian terdorong untuk menjalankan kegiatan sosial bersama RS Cicendo di Kabupaten Pangandaran. Menurut Eka, banyak kasus serupa dengan ibu Sarah, Juju Juarsih yang mengalami katarak atau gangguan penglihatan.

“Saya percaya pemerintah telah berusaha sekuat tenaga dalam menangani katarak atau gangguan mata lainnya. Namun di sini, melalui yayasan Sarah Tsunami kami akan mendukung dan membantu pemerintah dalam penanganan serta sosialisasi mengenai penyakit atau gangguan mata,” ujar Eka.

Selain bekerja sama dengan RS Cicendo, menurut Eka, pihaknya bersedia berkolaborasi dengan Wiyata Guna dalam hal pendidikan membaca melalui sistem Braille.

“Alhamdulillah, kemarin saya mengantarkan Sarah ke RS Cicendo. Pihak RS Cicendo bersedia membantu kegiatan sosial ini. Kami juga siap mengeksplorasi kemungkinan lain dengan Wiyata Guna,” katanya.

Sementara itu, kondisi kesehatan mata Syarah Sunami (19), korban tsunami Pangandaran 2006, kini mulai membaik. Informasi tersebut diungkapkan langsung oleh dokter spesialis mata Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, dr. Primawita Oktarima Amiruddin, SpM (K), M.Kes, pada hari Kamis (11/9/2025).

Baca Juga:  Geger Mayat Pria di Dekat Parkir Sentra Antasari Banjarmasin, Identitas Tak Dikenal

Menurut dokter Primawita, hasil operasi yang dilakukan beberapa tahun lalu menunjukkan perkembangan yang baik. Saat ini, keadaan Syarah cukup stabil.

“Sekarang jika bersedia, Sarah dapat menjalani operasi pemasangan lensa. Tujuannya adalah agar penggunaan kacamatanya menjadi lebih nyaman,” jelas dr. Primawita.

Ia menambahkan, kondisi penglihatan Syarah saat ini masih mencapai ukuran delapan ( +8 ), yang menunjukkan seberapa tebal lensa kacamata yang harus dipakai setiap hari.

“Dengan tindakan selanjutnya, diharapkan ketergantungan terhadap kacamata tebal dapat berkurang, sehingga kualitas hidupnya menjadi lebih baik,” tambahnya.

Perkembangan kesehatan mata Syarah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya sejak ia selamat dari bencana tsunami Pangandaran pada 2006. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan lembaga pendidikan tinggi, membuat Syarah semakin percaya diri menghadapi masa depan, salah satunya dengan kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.