JABARMEDIA.COM – Aksi nekat seorang pria berinisial T (35) menghebohkan pengguna jalan di kawasan Kesambi, Kota Cirebon.
Dengan berpura-pura menjadi korban tabrakan, ia mencoba menghentikan sebuah mobil Grand Livina di depan Lapas Kesambi, Rabu (17/9/2025).
Namun, saat menjalani pemeriksaan di Polres Cirebon Kota, T justru mengaku salah sasaran.
“Saya kejar dari Jagasatru ke wilayah Kesambi, depan Lapas Kesambi.”
“Saya kejar karena merasa saya ditabrak sama mobil itu (korban Grand Livina).”
“Tapi pas ketemu, kayanya salah sasaran karena sama-sama warna mobilnya,” ujar T di hadapan penyidik, Rabu (17/9/2025).
T mengaku setelah menyadari keliru, ia memilih pulang.
“Setelah ketemu (korban), saya pulang pak, mandi,” katanya singkat.
Pantauan di lokasi pemeriksaan, T digiring dari ruang tahanan menuju ruang penyidik untuk menjalani interogasi.
Polisi menegaskan, bahwa apa yang dilakukan pelaku bukan sekadar salah paham, melainkan sudah masuk dalam tindak pidana.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, membenarkan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait aksi modus pura-pura ditabrak ini.
“Ya, jadi kemarin siang kita menerima laporan adanya modus pura-pura menabrakkan diri.”
“Kejadiannya pukul 13.00 WIB di lampu merah Kesambi, tepat di depan Lapas,” ujar Eko.
Ia menambahkan, pelaku T sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Dari hasil pemeriksaan awal, perbuatannya memenuhi unsur pemerasan dengan kekerasan.
“Alhamdulillah sore harinya pelaku langsung kita amankan.”
“Satu orang sudah kita tetapkan tersangka. Unsurnya sudah masuk, melakukan pemerasan dengan kekerasan.”
Meski begitu, polisi masih melakukan pengembangan karena diduga ada rekan lain yang terlibat.
“Kalau kita lihat dari video yang viral, ada satu lagi temannya. Itu masih kita lakukan pengembangan.”
“Sementara bukti-bukti lain seperti CCTV dan keterangan saksi juga sedang kita kumpulkan,” jelas dia.
Eko menegaskan, pihaknya akan mendalami lebih jauh motif dan modus yang dilakukan pelaku.
“Keterangan pelaku ini baru pertama kali melakukannya. Tapi kita tetap dalami supaya bisa dipelajari, agar masyarakat tidak menjadi korban modus serupa.”
“Kita imbau, kalau menemukan kejadian seperti ini segera lapor ke polisi, baik melalui Lapor Kapolres Bae maupun 110,” katanya.
Kini, T harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.
Sementara masyarakat Cirebon diingatkan untuk tetap waspada terhadap modus kejahatan di jalan raya yang kian beragam.
Seorang pria berkaos hitam terekam kamera ponsel berusaha berpura-pura menjadi korban tabrakan mobil.
Aksi yang mirip adegan sinetron jalanan itu justru membuat warganet geram setelah videonya beredar luas.
Dalam rekaman berdurasi 28 detik, terlihat pria tersebut memegangi spion mobil lalu menjatuhkan diri ke aspal seakan-akan ditabrak.
“Tolong, pura-pura ditabrak. Itu orang pura-pura ditabrak tuh,” ucap suara perekam dalam video.
“Modus itu modus, modus pak modus pura-pura ditabrak,” tambahnya dengan nada kesal.
Dari kejauhan, tampak seorang pria lain yang diduga rekan pelaku menunggu di atas motor trail tanpa pelat nomor.
Diduga, keduanya berencana memanfaatkan situasi untuk menakut-nakuti korban dengan modus pura-pura kecelakaan.
Unggahan itu dengan cepat menyebar di grup WhatsApp dan media sosial, disertai narasi kronologi dari pengunggah yang juga merupakan korban.
“Hati-hati, barusan kejadian modus pura-pura ditabrak… Tiba-tiba ada dua lelaki mengendarai motor trail tanpa plat berhenti dan menghampiri kami,” tulis keterangan tersebut.
Korban bahkan mengimbau warga Cirebon untuk waspada.
“Hati-hati warga Cirebon hafalkan mukanya, kalau ada yang kenal bisa DM saya, mau saya laporkan kejadian ini ke pihak berwajib agar tidak ada lagi korban,” lanjut unggahan tersebut.(*)
(Tribun/idram)








