Rumah Impian Tertunda, Pembeli Depok Kehilangan Harapan

by -116 views
by
Rumah Impian Tertunda, Pembeli Depok Kehilangan Harapan

JABARMEDIA – Harapan memiliki rumah impian di Perumahan YH, Limo, Kota Depok berubah menjadi kekecewaan bagi sejumlah pembeli.

Meskipun telah menghabiskan miliaran rupiah, perkembangan pembangunan rumah tersebut hampir tidak bergerak, menyebabkan rasa frustrasi dan kebingungan.

Y, pembeli rumah di blok 8, berbagi pengalamannya dengan JabarMedia, Kamis (11/9/2025).

“Saya ingat perbedaannya hanya terletak pada pemasangan pipa, maksudnya seperti pipa air panas dan air dingin, itu terlihat lebih baru dibanding saat saya pertama kali datang,” katanya.

Menurut Y, pertama kali ia melihat rumah yang diinginkannya pada Februari 2024, bangunan sudah terbentuk dari beton dan tampak sebagian selesai. Ia merasa yakin bahwa rumah tersebut akan selesai dalam waktu setahun.

Kepercayaan Y menyebabkan ia menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) sebesar Rp 1,4 miliar pada bulan Maret 2024, dengan rencana penyerahan kunci di bulan Maret 2025.

Namun fakta menunjukkan hal yang berbeda. Y menganggap pembangunan terhambat akibat masalah dari kontraktor, yang juga memengaruhi rumah-rumah di blok lain.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Tasikmalaya Senin 28 Juli 2025: Hujan, Cek di 10 Kecamatan

“Penghuni di blok 5 dan 6 ini meminta kepada developer untuk memperbaiki kerusakan pada rumah mereka, akibatnya mereka tidak menggunakan kontraktor lagi dan membangun sendiri dengan jumlah tukang yang sedikit,” kata Y.

“Pembeli unit di blok 7 dan 8 ini menjadi korban-korbannya,” tambahnya.

Kesedihan yang sama datang dari A, pembeli unit lain di perumahan yang sama.

Ia mengungkapkan, pembangunan rumahnya terhenti sejak Juli 2023, meskipun sebelumnya perkembangan berjalan cukup cepat.

“Rumah saya dibangun dari awal tanah. Jadi progresnya sudah sekitar 50–70 persen, sebenarnya cukup cepat, tapi sampai Juli 2023,” jelas A.

Saat A memeriksa perkembangan proyek bersama orangtuanya pada tahun 2024, ia kaget menemukan bahwa kemajuan benar-benar terhenti.

“Setelah itu saya kaget, ternyata ini sama sekali tidak berjalan. Dan yang membuatnya lebih mengkhawatirkan adalah sebuah perumahan, pembangunan unit lainnya benar-benar terhenti,” tambahnya.

Untuk Y dan A, rumah yang seharusnya menjadi lambang kebahagiaan kini justru menjadi sumber kekecewaan, menantikan kejelasan dari pengembang yang belum juga datang.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.