JABARMEDIA – Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor Atty Somaddikarya menyatakan persetujuannya terhadap rencana pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja menggunakan transportasi umum.
Perbincangan tentang pegawai ASN Kota Bogor yang bekerja menggunakan Biskita atau kendaraan umum sedang ramai dibicarakan di tengah masalah kemacetan yang belum terselesaikan.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 yang diperbaharui pada 2023, menyebutkan bahwa jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bogor berjumlah 6.987 orang.
Sementara jumlah angkot di Kota Bogor hingga Juli 2025 mencapai 2.766 unit setelah mengikuti program pengurangan.
Sedangkan jumlah armada Biskita Bogor diperkirakan sebanyak 49 unit.
Aspek lain dari Wali Kota Bogor Dedie Rachim adalah program prioritas Bogor Lancar yang menetapkan reformasi transportasi, dengan mengalihkan kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Namun hal ini menjadi bermasalah karena tidak semua pegawai Pemkot Bogor menggunakan angkutan umum dalam menjalankan tugas mereka.
Muncul wacana mengenai pegawai negeri sipil Kota Bogor yang bekerja menggunakan transportasi umum.
“Ide cerdas,” kata Atty.
Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa untuk mendukung program tersebut, fasilitas pendukung perlu ditingkatkan lebih lanjut.
“Belum optimal karena baru saja dibuka dua jalur,” katanya kepada JabarMedia.
Baru-baru ini, Pemkot Bogor akan meresmikan dua koridor Biskita pada bulan Oktober 2025, yaitu koridor 5 dan 6.
Atty Somaddikarya menyatakan bahwa dengan adanya program ASN Kota Bogor yang mengharuskan bekerja menggunakan transportasi umum, sebaiknya diperluas untuk kalangan pelajar.
“Pada saat ini Biskita didanai oleh APBD. Pernah diajukan bahwa jika Biskita didanai oleh APBD, lebih baik Biskita diberikan secara gratis kepada seluruh siswa,” kata Atty.







