Waspada Penipuan Modus Share Screen di WhatsApp, Begini Cara Menghindarinya

by -281 views
by
Waspada Penipuan Modus Share Screen di WhatsApp, Begini Cara Menghindarinya

JABARMEDIA.COM – Belakangan, ada modus penipuan (fraud) berjenis social engineering (manipulasi psikologis) yang mengandalkan satu fitur WhatsApp, yaitu Share Screen atau Bagikan Layar.

Fitur ini sederhananya memungkinkan lawan bicara kita melihat apa isi dari layar smartphone kita.  Dalam modus penipuan ini, penipu awalnya akan berpura-pura sebagai pihak resmi dari suatu organisasi atau instansi pemerintah.

Mereka nantinya akan menyuruh pengguna untuk memenuhi kewajiban yang belum selesai, misalnya pembuatan kartu identitas atau urusan administrasi lainnya.

Penipu akan memanipulasi dan menuntun korban agar mau mengikuti langkah-langkah yang diberikan. Awas Modus Fake BTS, Penipuan Siber yang Masuk lewat SMS Resmi Nah, di sini, penipu akan menyuruh pengguna mengaktifkan fitur Share Screen di WhatsApp.

Ketika fitur itu aktif, penipu akan bisa melihat seluruh informasi yang ada di layar ponsel korban secara real-time. Karena layarnya bisa dilihat langsung, penipu bisa melancarkan aksinya dengan mengirimkan kode OTP (One Time Password) ke ponsel pengguna.

Apabila sukses, akun pengguna akan bisa diambil alih oleh penipu. Setelah diambil alih, penipu bisa melakukan apapun, termasuk membobol dan menguras isi rekening bank pengguna, memakai akun tersebut untuk menipu orang lain atau kerabat pengguna, dan masih banyak lagi. Selain kode OTP, penipu juga bisa saja melihat data lain yang tampil di layar, mulai dari nomor rekening, isi percakapan, identitas pribadi, foto hingga video, dan data atau informasi pribadi lainnya.

Wali Kota Jakarta Pusat hampir jadi korban Pengalaman seperti ini sempat dialami oleh Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin. Kejadian ini ia rekam dan unggah di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan video tersebut, Arifin yang sedang berada di dalam mobil menerima panggilan telepon WhatsApp.

Saat telepon pertama, terdengar suara seorang laki-laki yang berkedok sebagai petugas kecamatan. Ia meminta Arifin untuk menyelesaikan pembuatan KTP Digital secara online. Penipu tersebut kemudian mengalihkan ke penipu lainnya dengan suara perempuan. Penipu kedua ini mengaku sebagai staff pendataan.

Baca Juga:  Spotify Mendukung Inisiatif Indonesia Kelola Royalti Global

Ia kemudian meminta Arifin mengikuti setiap proses yang ia sebutkan dengan dalih registrasi dan aktivasi secara online.

Ilustrasi cara share screen di WhatsApp

Penipu itu kemudian menuntun Arifin untuk membuka fitur Screen Sharing. Arifin yang sejak awal menyadari penipuan ini, tak mengindahkan perintah si penipu. “Teman-teman, hati-hati! Jangan pernah memberikan data pribadi maupun akses WhatsApp ke orang yang tidak dikenal,” tulis Arifin di akun media sosial pribadinya.  “Pastikan setiap informasi resmi hanya melalui kanal pemerintah yang sah. Mari lebih waspada agar tidak menjadi korban penipuan digital,” imbuh Arifin.

Ditangkap Cara terhindar dari modus penipuan Share Screen

Modus penipuan menggunakan Share Screen WhatsApp sebenarnya merupakan penipuan bertipe social engineering yang sama seperti metode lama. Sebab, penipu akan berupaya mengelabui korban supaya mereka percaya dan mau mengikuti langkah-langkah yang diberikan. Awas Modus Fake BTS, Penipuan Siber yang Masuk lewat SMS Resmi

Namun, modus ini bisa dibilang berevolusi mengandalkan fitur baru di WhatsApp, yaitu Share Screen, yang kemungkinan belum banyak pengguna familiar.  Modus penipuan semacam ini tak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di negara lain, seperti India.  Pengguna bisa mengikuti saran-saran di bawah ini untuk terhindar dari penipuan dengan modus Share Screen di WhatsApp.

Baca Juga:  Robbie Fowler cs akan Menjajal Kekuatan Robby Darwis cs

Hal yang sebaiknya dilakukan agar terhindar dari penipuan Verifikasi identitas penelepon melalui jalur resmi (misalnya call center bank) sebelum menanggapi. Gunakan fitur Share Screen hanya jika benar-benar diperlukan dan hanya dengan kontak terpercaya.

Aktifkan otentikasi dua faktor (2FA) pada aplikasi perbankan maupun WhatsApp untuk keamanan ekstra. Tutorialnya bisa disimak di artikel ini. Nonaktifkan instalasi aplikasi dari sumber tak dikenal di ponsel Android. Selalu perbarui sistem operasi dan aplikasi untuk menutup celah keamanan. Edukasi keluarga, terutama orang tua, yang sering jadi target penipu. Segera hubungi bank untuk membekukan rekening jika data finansial terlanjur bocor.

Blokir nomor mencurigakan dan laporkan ke pihak berwenang (di Indonesia bisa ke situs polisi siber atau call center terkait).

Hal yang sebaiknya tidak dilakukan agar terhindar dari penipuan Jangan menjawab telepon dari nomor asing atau mencurigakan, apalagi jika terkesan mendesak. Jangan pernah membagikan layar saat membuka aplikasi finansial, seperti mobile banking, dompet digital, atau aplikasi pinjaman online.

Baca Juga:  Danau Cipule: Tempat Healing Tersembunyi di Karawang untuk Liburan Tenang

Ada baiknya untuk tidak membagikan layar sama sekali ke orang asing atau tidak dipercaya. Jangan tergesa-gesa mengikuti instruksi penelepon yang mengaku dari bank, e-commerce, atau layanan resmi.

(Kompas/idram)

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.