Cegah Keracunan Massal, Pemkab Garut Wajibkan Penjamah Makanan Ikuti Program MBG dengan SLHS

by -80 views
by
Cegah Keracunan Massal, Pemkab Garut Wajibkan Penjamah Makanan Ikuti Program MBG dengan SLHS

JABARMEDIA – Pemkab Garut segera mengambil tindakan cepat setelah terjadi kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kecamatan Kadungora beberapa waktu lalu.

Insiden yang terjadi akibat konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) memicu Pemkab untuk menerbitkan Surat Edaran (SE) yang mengharuskan seluruh penyedia makanan dalam program MBG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kasus keracunan tersebut sempat mengakibatkan ratusan siswa harus dibawa ke Puskesmas, beberapa di antaranya dirujuk ke RSUD dr. Slamet Garut untuk pengobatan lanjutan. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran dari Pemkab Garut terhadap kualitas keamanan makanan dalam distribusi gizi bagi siswa.

Kepala Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyampaikan bahwa SE tersebut telah didistribusikan ke seluruh Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Garut.

“Kami telah mengirimkan surat pernyataan kepada seluruh SPPG,” ujar Nurdin, Jumat (17/10/2025).

Dalam surat edaran tersebut, para pengolah makanan diwajibkan memiliki SLHS sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga keamanan makanan yang disajikan. Menurutnya, sertifikasi ini harus mampu memberikan rasa percaya diri dan pengetahuan yang cukup kepada staf yang mengelola MBG Garut.

Baca Juga:  Fenomena Batu Akik Dikhawatirkan Rusak Situs Bersejarah

Nurdin Yana menambahkan, Pemerintah Kabupaten juga mulai menerapkan program pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi petugas SPPG. Pelatihan ini sangat penting karena standar idealnya, 50% dari seluruh personel atau pengolah makanan harus memiliki SLHS.

Kepala Sekretariat juga menyoroti skala besar dari program MBG yang menyediakan 4.000 porsi makanan setiap hari—sebuah tugas yang memerlukan persiapan yang matang dari malam hingga pagi.

“4.000 porsi per hari bukanlah pekerjaan yang mudah. Kita bisa melihat bahwa persiapan katering untuk 2.000 orang saja sudah sangat besar, apalagi jika dilakukan setiap hari,” katanya.

Selain itu, ia menekankan perlunya pengelolaan limbah makanan yang sesuai, khususnya melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dapur-dapur SPPG. Pengolahan makanan dalam skala besar setiap hari memerlukan sistem sanitasi yang memadai agar dapat menjaga lingkungan dan mutu produk.

Dengan langkah ini, Pemkab Garut berharap kejadian keracunan akibat mengonsumsi MBG tidak akan terjadi lagi. Upaya ini merupakan komitmen untuk meningkatkan standar keamanan makanan di lingkungan pendidikan, guna menjaga kesehatan siswa di Kabupaten Garut.

Baca Juga:  Harga Bunga Kamboja Melambung

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.