Jamur Beraroma Bunga yang Menyelamatkan dari Nyamuk

by -75 views
by
Jamur Beraroma Bunga yang Menyelamatkan dari Nyamuk

JABARMEDIA – Para ilmuwan menemukan metode untuk memanfaatkanjamur beraroma bunga untuk mengusir nyamuk, sekaligus mendukung upaya pencegahan penyakit yang ditularkan oleh serangga tersebut. Temuan ini penting sebagai alternatif pestisida kimia yang kurang efektif akibat meningkatnya resistensi nyamuk. Temuan ini telah diterbitkan dalam jurnal ‘Nature Microbiology’.

Tim peneliti global mengubah jamur Metarhizium agar menghasilkan senyawalongifolene,aroma bunga yang mampu menarik lalat. Ketika mendekat, lalat akan tertular dan meninggal dalam beberapa hari.

“Nyamuk memerlukan bunga. Nektar berfungsi sebagai sumber makanan yang penting bagi mereka,” kata Raymond St. Leger, profesor entomologi di University of Maryland, dilansir dariEarth, Sabtu 25 Oktober 2025.

Menurut Leger, beberapa jenis jamur mampu menipu nyamuk dengan menyerupai bunga. Kemampuan ini dapat dimanfaatkan untuk menarik dan menangkap nyamuk. Pengguna hanya perlu meletakkan spora jamur di dalam wadah. Senyawa longifoleneyang dikeluarkan secara perlahan akan tetap berfungsi selama beberapa bulan.

Pada uji coba yang melibatkan aroma manusia dan bunga, jamur tersebut mampu membunuh hingga 90-100 persen nyamuk. Senyawalongifolene tidak berbahaya bagi manusia karena telah lama digunakan sebagai parfum.

Baca Juga:  Rayakan HUT ke-80, Brimob Bawa Sembako ke Desa Malasari Bogor

“Jauh lebih aman dibandingkan berbagai pestisida kimia,” kata Leger. “Kami juga merancang jamur dan wadahnya agar menargetkan nyamuk secara khusus, bukan serangga lain, danlongifoleneakan terurai secara alami dalam lingkungan.

Produksi jamur pengusir nyamuk juga sederhana dan terjangkau. Hewan ini berkembang di tempurung padi, kotoran ayam, atau sisa biji-bijian. Dengan sedikit pelatihan khusus, teknologi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pencegahan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, seperti malaria dan demam berdarah.

Berbeda dengan pestisida kimia, metode biologis ini sulit dihindari oleh nyamuk. Jamur, menurut Leger, bisa dimodifikasi untuk menghasilkan aroma bunga yang berbeda jika nyamuk berevolusi untuk menghindarinya.longifolene.

“Nyamuk menyukai berbagai cara kita mengubah dunia. Saat ini kami berharap dapat menerapkan pendekatan ini di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan. Namun suatu saat nanti, mungkin kita sendiri yang membutuhkannya,” katanya.

Leger menekankan bahwa pendekatan ini bukan jawaban tunggal, tetapi hanya salah satu upaya dalam menciptakan metode pengendalian nyamuk yang lebih fleksibel. Tindakan ini juga dapat disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan di berbagai wilayah. “Kami berupaya mengembangkan kumpulan alat yang beragam dan fleksibel agar masyarakat dari berbagai penjuru dunia dapat memilih sesuai dengan kebutuhan mereka.”

Baca Juga:  Jelang Ramadhan, Komisi IV RDK Meminta Pemerintah Menjaga Pasokan Sembako.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.