Khutbah Jumat Terbaru: Bijak Bermedsos, Jauhi Penyebar Hoaks

by -86 views
by
Khutbah Jumat Terbaru: Bijak Bermedsos, Jauhi Penyebar Hoaks

JABARMEDIA – Khutbah Jumat memainkan peran yang sangat penting dalam membimbing umat Islam untuk meningkatkan iman, ketaqwaan, serta kesadaran sosial di tengah berbagai tantangan yang ada.

Melalui pidato Jumat, umat memperoleh petunjuk moral, spiritual, dan sosial yang menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, khutbah bukan hanya sekadar ritual, tetapi menjadi alat pendidikan spiritual yang memperkuat hubungan antara manusia dengan Tuhan serta sesama.

Khotbah Jumat kali ini berisi topik tentangKemudian Bermedia Sosial dengan Bijak, Jauhi Dosa dengan Menyebar Kebiasaan Hoaks, yang dikutip dari Suara Muhammadiyah dan disampaikan oleh Drs. HM Jindar Wahyudi, M.Ag, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Boyolali sekaligus lulusan Pondok Shabran UMS.

Dalam pidato ini, umat Muslim diingatkan untuk waspada dan memilih dengan hati-hati saat menyebarkan berita di media sosial.

Berdasarkan QS. Al-Hujurat ayat 6 dan QS. An-Nur ayat 19, umat Muslim diingatkan untuk tidak mudah menyebarkan informasi tanpa melakukan klarifikasi agar terhindar dari dosa fitnah dan penyebaran berita palsu yang bisa menyebabkan kerusakan dalam masyarakat.

Materi khutbah ini mengajak jamaah untuk memahami tiga prinsip pokok dalam menggunakan media sosial: memperhatikan kebenaran, kebaikan, dan manfaat dari setiap informasi yang diterima.

Pesan ini sesuai dengan keadaan umat pada masa kini, di mana arus informasi berlangsung sangat cepat dan sering kali menimbulkan kesalahpahaman.

Berikut isi khutbah Jumat terbaru secara lengkap:

Khutbah Pertama

Alhamdulillah yang telah mengutus rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar agar menang atas seluruh agama, dan Allah menjadi saksi yang baik. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, yang satu tanpa sekutu, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Muhammad dan kepada keluarganya serta sahabat-sahabatnya semuanya. Sesudah itu: wahai manusia, takutilah Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim. Dan Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang yang fasik membawa berita (yang tidak jelas), maka perjelaslah (kebenarannya) agar kalian tidak menyakiti suatu kaum dengan kebodohan, lalu kalian menyesal atas apa yang kalian lakukan.”

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Memulai khutbah Jumat ini, marilah kita mengucapkan terima kasih kepada Allah SwT atas segala karunia yang diberikan kepada kita, sambil meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kita kepada Allah SwT. Hanya orang yang beriman dan bertaqwa yang menjalani kehidupan ini dengan bijaksana tanpa menyebarkan berita palsu (hoax) karena takut akan hukuman Allah SwT.

Firman Allah.

Sesungguhnya orang-orang yang menyukai agar terjadi kekejian di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih baik di dunia maupun di akhirat. Dan Allah Maha Mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui.

Baca Juga:  Jalan Tol Cisumdawu Jabar, Mulai Dikerjakan

“Sesungguhnya orang-orang yang menyukai berita palsu yang sangat jelek tersebar di kalangan orang-orang beriman, mereka akan menerima hukuman yang sangat menyakitkan di dunia dan akhirat. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. An Nur : 19)

Ayat ini diturunkan bersamaan dengan ayat 11-20 dalam surat An Nur yang berkaitan dengan fitnah yang menimpa keluarga Nabi Muhammad saw, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Aisyah.

Aku dituduh oleh Abdullah bin Ubay beserta para orang-orang munafik lainnya (setelah ikut serta bersama Nabi Muhammad dalam salah satu peperangan) telah melakukan pengkhianatan terhadap Shafwan bin Mu’athal ketika tiba di Madinah. Kejadian ini terjadi setelah turunnya ayat tentang hijab.

Nabi Muhammad percaya terhadap fitnah tersebut, kemudian aku berpamitan untuk kembali ke rumah orang tua dan Nabi mengizinkanku.

Sebulan berlalu tanpa ada surat yang menyelesaikan masalahku. Selanjutnya, Rasulullah datang ke rumahku setelah bersyahadat dan berkata, “Aisyah, aku telah mendengar kabar mengenai dirimu.”

Jika kamu tidak bersalah, Allah pasti akan membersihkan nama baikmu, tetapi jika kamu bersalah, bertaubatlah dan mohonkan pengampunan kepada Allah, dan Allah pasti akan menerima taubatmu.

Aku mengatakan; Aku adalah seorang perempuan yang masih muda, demi Allah Engkau telah mendengar kabar tersebut dan terpahat di hatimu serta Engkau mempercayainya.

Jika aku mengatakan bahwa aku bersih, Allah lebih mengetahui. Lalu aku pergi ke kamar. Tidak lama kemudian turunlah ayat, lalu Nabi bersabda, “bersukarialah, Aisyah, sesungguhnya Allah telah membersihkan namamu.” Ketika mengetahui hal itu, ibuku berkata, bangunlah dan temuilah Nabi, “aku tidak akan menghadapinya, aku hanya bersyukur kepada Allah yang telah menurunkan ayat yang menyatakan bahwa aku tidak bersalah (HR Bukhari Muslim).

Betapa hebatnya pengaruh berita palsu yang menyebar di kalangan masyarakat luas, terlebih jika menimpa pemimpin agama atau tokoh teladan, pasti akan menimbulkan kekacauan di tengah masyarakat. Belum lagi dampak psikologis dan sosial yang sangat dalam bagi diri serta keluarganya.

Tidak hanya keluarga Rasulullah, tetapi juga pernah mengalami kejadian serupa (seperti yang telah disebutkan di atas), sehingga ‘Aisyiah harus meninggalkan Rasulullah saw sendirian untuk kembali ke rumah orang tuanya. Betapa sedihnya hati Rasulullah dan ‘Aisyiah sebagai pasangan suami istri yang harmonis harus terpisah selama sebulan dengan perasaan yang tidak pasti.

Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah

Sebagai umat beriman, kita perlu bersikap cerdas dan waspada dalam menerima informasi di perangkat elektronik kita dengan melakukan hal-hal berikut:

1. Kita periksa keakuratan informasi.

Firman Allah.

Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian seorang pendusta dengan berita, maka selidikilah agar kalian tidak menimpa suatu kaum dengan kebodohan, lalu kalian menjadi menyesal atas apa yang kalian lakukan.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila seseorang yang tidak bertakwa datang kepada kalian membawa kabar penting, periksalah kebenarannya agar kalian tidak merugikan suatu kaum karena ketidaktahuan kalian, yang akhirnya menyebabkan kalian menyesali tindakan kalian.” (QS. Al Hujurat : 6)

Baca Juga:  Pemuda di Bali Ubah Sampah Menjadi Ogoh-ogoh Raksasa

Mengidentifikasi kebenaran suatu informasi memang tidak selalu mudah, tetapi jika kita memiliki niat tulus untuk mengetahui kenyataannya, pasti ada cara yang dapat kita lakukan.

2. Kita perhatikan manfaat dari informasi tersebut

Kelayakan dalam menyampaikan informasi kepada orang lain sebagai bentuk kebaikan dapat juga dilihat dari isi pesan tersebut apakah sesuai atau tidak dengan budaya, etika, moral masyarakat serta akhlak yang baik sesuai dengan nilai-nilai agama Islam.

Nabi Muhammad saw pernah ditanya oleh Nawwas bin Sam’an mengenai sesuatu yang mengandung nilai kebaikan atau keburukan yang mengandung dosa, kemudian beliau berkata:

Kebaikan adalah kebaikan akhlak dan dosa adalah sesuatu yang ada dalam dirimu dan kamu tidak ingin orang-orang mengetahuinya (HR Muslim dan Tirmidzi)

“Kebaikan terletak pada kebaikan akhlak, sedangkan dosa adalah tindakan yang menyebabkan ketidaknyamanan dalam jiwa dan tidak menyenangkan jika diketahui oleh orang lain.” (HR Muslim dan Turmudzi)

3. Kita perhatikan manfaat dari informasi tersebut

Mengenai manfaat dari informasi ini bersifat relatif, sehingga kita perlu sangat selektif dalam memilih orang atau kelompok yang akan diberi informasi ini, karena masalah manfaat tersebut juga berkaitan dengan tingkat kualitas keislaman seseorang.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda:

Dari kebaikan agama seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat (diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

“Salah satu kebaikan agama Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna.” (HR. At Turmudhi dan Ibnu Majjah)

Beberapa manfaat informasi yang layak untuk kita sampaikan kembali kepada orang lain antara lain mampu memperluas wawasan ilmu pengetahuan, meningkatkan keterampilan teknis, memperdalam pemahaman agama serta memberikan motivasi spiritual, sehingga wawasan tersebut dapat menjadi referensi dan pemicu untuk bertindak serta berkarya yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain, dengan demikian kita termasuk individu yang menyebarkan kebaikan kepada sesama.

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan: 1. Demikian khutbah Jumat yang kami sampaikan, semoga bermanfaat. Usaha kita dalam menyebarkan informasi merupakan bentuk kebenaran, kebaikan, dan manfaat bagi orang lain, sehingga termasuk bagian dari orang yang senantiasa menyebar kebaikan yang bernilai ibadah di hadapan Allah SWT. Ammin. 2. Inilah isi khutbah Jumat yang kami sampaikan, mudah-mudahan memberikan manfaat. Kegiatan menyebarkan informasi yang kita lakukan merupakan upaya yang penuh dengan kebenaran, kebaikan, dan manfaat bagi sesama, sehingga menjadi bagian dari tindakan kebaikan yang bernilai ibadah di hadapan Allah SWT. Ammin. 3. Khutbah Jumat ini kami sampaikan, semoga ada manfaatnya. Segala tindakan kita dalam menyebarkan informasi adalah usaha yang mengandung kebenaran, kebaikan, dan manfaat bagi orang lain, sehingga bisa masuk dalam kategori perbuatan baik yang bernilai ibadah di hadapan Allah SWT. Ammin. 4. Berikut adalah khutbah Jumat yang kami sampaikan, mohon maaf jika ada kekurangan. Semoga apa yang kita lakukan dalam menyebarkan informasi dapat menjadi bentuk kebenaran, kebaikan, dan manfaat bagi sesama, sehingga menjadi bagian dari tindakan kebaikan yang bernilai ibadah di hadapan Allah SWT. Ammin. 5. Demikian khutbah Jumat yang kami sampaikan, semoga bermanfaat. Kita berupaya menyebarkan informasi yang benar, baik, dan bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadi bagian dari tindakan kebaikan yang bernilai ibadah di hadapan Allah SWT. Ammin.

Baca Juga:  Seorang wisatawan belum ditemukan setelah tenggelam di pantai Sukabumi

Semoga Allah memberkati saya dan kalian dalam Al-Qur’an yang Agung, dan semoga saya serta kalian mendapatkan manfaat dari ayat-ayatnya yang bijaksana. Terimalah oleh Allah tilawat saya dan tilawat kalian, sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Khutbah Kedua

Alhamdulillah yang telah menjadikan kami dan kalian sebagai hamba-hamba yang bertakwa, dan mendidik kami dengan Al-Qur’an yang mulia. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, yang satu, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad serta kepada keluarganya dan sahabat-sahabatnya semuanya. Adapun setelah itu: wahai orang-orang yang beriman, takwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim. Dan Allah Ta’ala berfirman, sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepada Nabi dan ucapkanlah salam sebanyak-banyaknya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Muhammad dan kepada keluarganya serta sahabat-sahabatnya semuanya, dan ridhai kami bersama mereka dengan rahmat-Mu, ya Tuhan yang paling murah dari semua yang murah. Ya Allah, ampunilah para muslimin dan muslimat, para mukminin dan mukminat, yang masih hidup di antara mereka dan yang sudah meninggal. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, dekat, dan Maha Mengabulkan doa. Tuhan kami, janganlah Engkau membuat hati kami menyimpang setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan berikanlah kepada kami dari sisi-Mu rahmat. Sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Pemberi. Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan kasihani mereka sebagaimana mereka merawatku ketika kecil. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa api neraka. Subhanallah, Tuhanmu, Tuhan yang mempunyai kemuliaan, jauh dari apa yang mereka sifatkan. Dan salam sejahtera atas para utusan, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan: 1. Demikian isi khutbah Jumat pada kesempatan ini, semoga memberikan manfaat.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.