Mazaya Generation: Pertunjukan Seni Spektakuler Santri Miftahul Ulum Gandok Tasikmalaya

by -88 views
by
Mazaya Generation: Pertunjukan Seni Spektakuler Santri Miftahul Ulum Gandok Tasikmalaya

JABARMEDIA – Di tengah sorotan cahaya yang mengagumkan dan di bawah langit malam Kota Tasikmalaya, sebuah acara besar berhasil menarik perhatian banyak orang pada malam Sabtu, 25 Oktober 2025.

Acara ini merupakan Pertunjukan Seni Santri dari Pondok Pesantren Miftahul Ulum Gandok Kota Tasikmalaya yang secara resmi mengusung tema “Mazaya Generation”.

Panggung megah yang berdiri kokoh di lingkungan pesantren bukan hanya hiasan, tetapi merupakan kanvas besar di mana imajinasi dan bakat santri diwujudkan dalam rangkaian pertunjukan yang penuh kejutan dan menginspirasi.

Manifestasi Generasi Istimewa:

“Generasi Mazaya” diambil dari kata Mazaya yang memiliki makna istimewa, unggul, dan penuh keunggulan. Sejak acara dimulai, setiap detik merupakan wujud nyata dari usaha keras, kreativitas tanpa batas, serta semangat perjuangan “Generasi Mazaya” ini.

Pentas seni ini mampu menyajikan kombinasi yang seimbang antara tradisi pesantren yang kuat dan nuansa modern yang segar.

Hal ini secara jelas menunjukkan bahwa santri tidak hanya mahir dalam membaca kitab dan berdakwah, tetapi juga mampu menyajikan pertunjukan seni yang luar biasa dan tak terlupakan, mulai dari tarian modern, drama musikal berbasis Islam, hingga orkestra alat musik tradisional.

Baca Juga:  Yogyakarta Disebut Pusat Semesta oleh Media Asing, Apa Sebabnya?

Hadirin Tertarik Mulai Dari Awal Sampai Akhir:

Di bawah sinar lampu panggung yang dramatis, waktu terasa berhenti. Keindahan dan variasi kreativitas santri dari Ponpes yang dipimpin oleh KH. Aban Bunyamin berhasil menciptakan suasana ajaib, membuat seluruh penonton tidak bergerak.

Para hadirin terpukau, menikmati setiap detail, setiap kejutan, dan setiap pesan yang disampaikan melalui karya seni panggung.

Seluruh peserta, yang sebagian besar terdiri dari orang tua santri dan warga sekitar, tenggelam dalam kekaguman.

Pentas seni “Mazaya Generation” ini bukan sekadar acara formal biasa, melainkan kegiatan tahunan yang rutin diadakan oleh Pondok Pesantren yang baru-baru ini telah dipercaya menjadi ‘Pilot Project’ Pesantren Ramah Anak di Kota Tasikmalaya.

Acara ini disusun sebagai wadah penting untuk menemukan potensi tersembunyi para santri serta menunjukkan bahwa kehidupan di pesantren tidak hanya terbatas pada membaca kitab dan ilmu agama, tetapi juga mencakup kebebasan dalam berkarya.

“Inilah bentuk nyata dari filsafat yang dianut yaitu menciptakan pendidikan yang menyenangkan dan hiburan yang bermanfaat,” kata Ustadz Ahmad Nusa Thoriq, S.Pd.I selaku Pemimpin Harian Ponpes Miftahul Ulum saat memberikan sambutannya.

Baca Juga:  Warga Bandung Dikenal "Waspada Hewan Buas", Ini Penjelasan Dukcapil

Pentas Seni Santri Miftahul Ulum yang secara resmi dibuka oleh KH. Aban Bunyamin dihadiri oleh sejumlah pejabat penting pesantren. Terlihat hadir sebagai Pembina Pesantren yaitu

H. Moch Saefulloh beserta istrinya, Pemimpin Harian Ponpes Ustadz

Ahmad Nusa Torik,

Ustadzah Dian Mawardiani,

Ustadz Dadi Mawardi,

Ustadz Drs. Darul Kutni,

Ustadz Heri Ibrahim beserta para pembimbing santri dan masyarakat luas.

H.Moch. Saefulloh mewakili para Pembina Pesantren menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Pentas Seni Santri Miftahul Ulum Gandok ini.

“Melalui Pagelaran Seni Santri ini, semoga anak-anak kita dapat mengaktifkan kreativitasnya pada suatu saat nanti ketika mereka terjun ke masyarakat,” kata H. Moch. Saefulloh.

Ia juga menekankan bahwa sebagai orang tua tidak dapat mengandalkan 100 persen anak-anak kita menjadi sholeh dan sholehah.

“Agar anak-anak kita menjadi sholeh dan sholehah, tentu diperlukan dukungan dari orang tua serta masyarakat,” tambahnya.

Pemutaran Film Karya Santri:

Setiap tampilan dari para santri Miftahul Ulum di panggung pertunjukan seni berakhir pada puncak yang sangat dinantikan, yaitu pemutaran film pendek dengan judul “Mimpi Santri Antara Harapan dan Kenyataan”.

Baca Juga:  Samsat Keliling Bekasi dan Karawang, Senin 8 Desember 2025

Film ini merupakan karya sinematik yang menunjukkan bukti nyata dari tingginya kreativitas dan semangat perjuangan para santri, mengingat film yang menceritakan dinamika kehidupan pesantren ini berhasil mereka selesaikan secara mandiri dalam waktu yang tergolong singkat, hanya dalam dua minggu.

Kesuksesan pelaksanaan Pentas Seni Santri Miftahul Ulum “Mazaya Generation” ini menjadi penutup yang sempurna, sekaligus membuktikan kepada masyarakat luas bahwa lingkungan pesantren merupakan tempat yang subur untuk berkembangnya bakat dan kreativitas.

Dari tarian, musik, drama, hingga film pendek karya mereka, seluruh pertunjukan berhasil menegaskan bahwa para santri merupakan wujud nyata generasi muda yang seimbang antara ilmu agama dan kemampuan di bidang seni, menjadikan Pondok Pesantren Miftahul Ulum sebagai tempat lahirnya bakat-bakat hebat di masa depan.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.